Analisis Data Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Price Earning Ratio (PER)

Beberapa faktor yang diduga mempengaruhi Price Earning Ratio (PER) yaitu Dividend Payout Ratio (DPR),  Pertumbuhan Laba (Earning Growth), Variance of Earning Growth, dan Financial Leverage.

1. Pengaruh Dividend Payout Ratio (DPR) terhadap Price Earning Ratio (PER)

Menurut Tjiptono dan Hendy (2006:201) DPR merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur besaran dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham. Menurut Husnan (2001) perusahaan hanya bisa membagikan dividen semakin besar jika perusahaan mampu menghasilkan laba yang semakin besar. Perusahaan tidak akan mampu membagikan dividen yang semakin besar jika laba yang diperoleh besarannya tetap, karena itu berarti perusahaan akan membagikan modalnya sendiri.

Rasio ini menunjukkan prosentase laba perusahaan yang akan dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk kas. Saham dengan dividen yang tinggi tentu akan menarik di kalangan investor sehingga akan menaikkan harga saham tersebut. Kenaikan harga saham tentu akan menaikkan P/E Ratio, oleh karena itu kenaikan DPR diduga berpengaruh positif terhadap kenaikan P/E Ratio.

 2. Pertumbuhan Laba / Earning Growth

Pertumbuhan laba yang diteliti adalah pertumbuhan laba per lembar saham (Earning Per Saham / EPS). Pemegang saham sangat tertarik dengan EPS karena hal itu merupakan cerminan berapa uang yang mereka peroleh per lembar saham. Semakin tinggi EPS, maka semakin tinggi pula minat investor untuk membeli saham tersebut, karena hal ini merupakan indikator keberhasilan emiten.

Tingkat pertumbuhan laba per lembar saham dapat menjadi variabel yang dinilai oleh investor untuk pengambilan keputusan dalam berinvestasi. Jika harga saham mencerminkan kapitalisasi dari laba yang diharapkan dimasa mendatang, maka peningkatan laba akan meningkatkan harga saham. Dengan meningkatnya harga saham maka tingkat P/E Ratio juga akan naik.

3. Variance of Earning Growth

Setiap saham yang beredar dalam pasar modal mempunyai resiko yang dapat merugikan investor jika investor tidak cermat dalam menanganinya. Variance of Earning Growth mencerminkan ketidakpastian perusahaan dalam memperoleh laba. Perusahaan yang memiliki laba yang stabil akan cenderung memiliki reputasi yang baik dalam mempertahankan pay out ratio. Variance of Earning Growth yang tinggi mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut tidak memiliki profitabilitas yang stabil serta kurang perhatian perusahaan pada manajemen laba, akibatnya terjadi ketidakpastian perolehan dividen bagi investor.

4. Financial Leverage

Menurut Agus Sartono (2001:263), financial leverage adalah penggunaan sumber dana yang memiliki beban tetap dengan harapan akan memberikan tambahan keuntungan yang lebih besar daripada beban tetapnya sehingga akan meningkatkan keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham. Dengan demikian alasan yang kuat untuk menggunakan dana dengan beban tetap adalah untuk meningkatkan pendapatan yang tersedia bagi pemegang saham.

Semakin besar aktiva yang dibiayai dengan hutang, maka semakin besar pula beban yang harus ditanggung oleh perusahaan. Tetapi dengan kemampuan manajemen yang baik, pembiayaan dengan hutang justru dapat membuat meningkatnya operasional perusahaan yang dampaknya akan meningkatkan pendapatan usaha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: