Analisa Data Statistik : Analisis Data Segmentasi Konsumen Hypermarket dengan Metode CHAID

Analisis CHAID (Chi-squared Automatic Interaction Detection) adalah salah satu alat statistika yang dapat digunakan untuk segmentasi pasar dengan pendekatan metode dependensi. Analisis CHAID memiliki kemampuan untuk menganalisis variabel independen monotonik, bebas, dan mengambang.

CHAID (Chi-squared Automatic Interaction Detection) pertama kali diperkenalkan dalam sebuah artikel berjudul An Exploratory Technique for Investigating Large Quantities for Categorical Data” oleh G.V Kass tahun 1980. Prosedurnya merupakan bagian dari teknik terdahulu yang dikenal dengan Automatic Interaction Detection (AID) dan mengggunakan statistik ­chi-square sebagai alat utamanya.

Data yang digunakan adalah hasil survey terhadap 300 konsumen Hypermarket. Dari data diketahui bahwa konsumen cenderung sering berbelanja dan sangat sering berbelanja di Hypermarket.

Sembilan variabel yaitu Usia, Pendapatan, Belanja, Jarak, Kendaraan, Kelengkapan, Harga, Kinerja kasir, Kinerja karyawan memiliki koefisien korelasi positif dan nilainya lebih dari nilai kritis tabel korelasi nilai-r untuk taraf signifikansi 5% dan derajat bebas 299 yaitu 0,1135, sehingga semua item tersebut dinyatakan valid.

Variabel independen yang paling berpengaruh terhadap variabel dependen  yaitu usia. Terdapat tiga segmen :

a.       Segmen pertama adalah konsumen dengan usia 17-30 tahun. Kelompok ini prediksi akan sangat jarang berbelanja sebesar 15%, jarang berbelanja sebesar 11,2 %, sering berbelanja dengan persentase sebesar 66,2 % dan sangat sering berbelanja sebesar 7,5 %.

b.      Segmen kedua adalah konsumen dengan usia 31-44 tahun. Kelompok ini diprediksi akan sangat jarang berbelanja sebesar 1,4%, jarang berbelanja sebesar 7,5 %, sering berbelanja dengan persentase sebesar 69,4 % dan sangat sering berbelanja sebesar 21,8 %.

c.       Segmen ketiga adalah konsumen dengan usia diatas 45 tahun ke atas. Kelompok ini diprediksi akan sangat jarang berbelanja sebesar 2,7%, jarang berbelanja sebesar 10,8 %, sering berbelanja dengan persentase sebesar 36,5 % dan sangat sering berbelanja sebesar 50 %.

Dari ketiga segmen dapat diketahui bahwa segmen yang paling potensial adalah segmen kedua yaitu konsumen dengan usia 31-44 tahun karena segmen tersebut mempunyai jumlah konsumen terbesar kemudian disusul segmen pertama dan segmen ketiga.

Iklan

Analisa Data : Analisis Data Pengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian Kebab Turki Baba Rafi di Yogyakarta

Analisis Pengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian Kebab Turki Baba Rafi Di Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perilaku konsumen ikut menentukan tercapainya tujuan perusahaan. Konsumen akan mempertimbangkan berbagai faktor berkaitan dengan produk. Dengan menentukan atribut – atribut apa saja yang dapat mempenaruhi perilaku pembelian maka dapat diketahui. Atribut mana yang sudah sesuai maupun belum sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen dimana selanjutnya perusahaan dapat mengembangkan dan menyempurnakan produknya agar lebih memuaskan konsumen dan tujuan perusahaan agar dapat tercapai.

Penelitian dilakukan pada Kebab Turki Baba Rafi. Perusahaan jasa yang memproduksi kebab sebagai makanan khas Turki. Populasi yang diteliti adalah konsumen yang pernah datang membeli Kebab Turki Baba Rafi di Yogyakarta. Sampel yang digunakan 100 responden. Variabel yang digunakan dalam penelitian meliputi harga, rasa atau aroma, kemasan, pelayanan dan ukuran. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan tehnik analisis deskriptif dan statistik meliputi analisis regresi berganda. Pengujian hipotesis dengan uji secara serentak atau uji F. pengujian hipotesis dengan uji parsial atau uji t dan analisis koefisien determinasi berganda.

Atribut produk mempunyai pengaruh terhadap keputusan pembelian kebab di Kebab Turki Baba Rafi. Hal ini ditunjukkan dengan nilai t-statistik lebih besar dari t-tabel. Besar pengaruh variabel harga (X1), rasa atau aroma (X2), kemasan (X3), pelayanan (X4), dan ukuran (X5) terhadap keputusan pembelian Kebab Turki Baba Rafi (Y) sebesar 0,561. Besar pengaruh variabel masing-masing atribut produk terhadap keputusan pembelian Kebab Turki Baba Rafi yaitu untuk ; koefisien korelasi antara variabel harga (X1) dengan keputusan pembelian Kebab Turki Baba Rafi (Y) sebesar 0,276, hal ini berarti korelasinya rendah, koefisien korelasi antara variabel rasa atau aroma (X2) dengan keputusan pembelian Kebab Turki Baba Rafi (Y) sebesar 0,385, hal ini berarti korelasinya sedang, koefisien korelasi antara variabel kemasan (X3) dengan keputusan pembelian Kebab Turki Baba Rafi (Y) sebesar 0,298, hal ini berarti korelasinya rendah, koefisien korelasi antara variabel pelayanan (X4) dengan perilaku membeli Kebab Turki Baba Rafi (Y) sebesar 0,213, hal ini berarti korelasinya rendah, dan koefisien korelasiantara variabel ukuran (X5) dengan keputusan pembelian Kebab Turki Baba Rafi (Y) sebesar 0,420, hal ini berarti korelasinya cukup kuat.