Pengertian/Definisi Corporate Financial Distress, Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Growth Slowdown

Corporate financial distress

Corporate financial distress atau perusahaan yang sedang mengalami kesulitan keuangan adalah istilah umum yang sering digunakan untuk mewakili kondisi berikut : failure, insolvency, bankruptcy, dan default (Altman & Hotchkiss, 2006). Failure terjadi ketika tingkat pengembalian modal yang diinvestasikan lebih rendah dari tingkat bunga Insolvency adalah istilah yang menggambarkan dimana perusahaan tidak mampu melunasi hutang jangka pendeknya. Bankruptcy adalah istilah yang menggambarkan perusahaan dalam kesulitan keuangan kemudian dideklarasikan secara formal dalam pengadilan negeri. Default adalah istilah yang menggambarkan adanya suatu pelanggaran jangka waktu perjanjian hutang oleh perusahaan. Ada dua istilah default : technical default dan legal default. 

Corporate financial distress dan tax avoidance

Ada beberapa dampak pada kebijakan perusahaan terkait pajak ketika perusahaan tersebut sedang mengalami kesulitan keuangan (Edwards et al, 2013). Beban pajak merupakan biaya yang signifikan bagi perusahaan apalagi bagi perusahaan yang sedang mengalami kesulitan keuangan. Perusahaan akan berusaha mengurangi beban tersebut seminimal mungkin untuk memenuhi kelangsungan hidupnya (going concern).

 

Global financial crisis dan corporate tax avoidance

Perusahaan dengan keuangan terbatas lebih berusaha untuk memotong rencana pengeluaran perusahaan pada investasi, teknologi dan pegawai dibanding perusahaan dengan keuangan yang tidak terbatas pada saat krisis ekonomi global berlangsung (Campello et al, 2010).

Growth slowdown dan global financial crisis

Menurut Caballero, Farhi, & Gourinchas (2008) menyatakan bahwa krisis ekonomi global yang terjadi pada tahun 2008 dibagi menjadi 2 fase. Fase pertama yaitu hancurnya harga komoditas terutama minyak. Harga minyak pada saat itu terus meroket. Fase kedua yaitu krisis keuangan akan mengalami laju pertumbuhan ekonomi yang melambat secara tajam (sharply slow growth).

Pembahasan lebih lanjut dapat Anda baca DI SINI

Anda sedang mencari konsultan jasa olah data SPSS Eviews Lisrel AMOS Stata Murah / jasa analisis data statistik MURAH di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek) untuk skripri tesis disertasi ?

Kami merupakan konsultan jasa olah data spss murah / jasa pengolahan data statistik  SPSS  Eviews Lisrel AMOS Stata Murah / jasa analisis data statistik MURAH di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek) untuk skripri tesis disertasi ?

Hubungi Kami :

WA : 0838 0405 9000

 

Pengertian/definisi Corporate Financial Distress, Pengertian/definisi Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Pengertian/definisi Growth Slowdown, earning quality, earning persistence, corporate tax avoidanc, financial distress, laporan keuangan, pajak, data SPT, data laporan keuangan perusahaan, pertumbuhan ekonomi, ekonomi, keuangan, perusahaan, data, earning, tax, krisis, hutang pajak, hutang, arus kas, kas, bunga, laba pajak, laba akuntansi, laba, akuntansi, credit rating, financial reporting, financial, investasi, dana, resiko, biaya, modal, cost, capital, kreditor, biaya modal, cost of capital, biaya, tingkat bunga, bunga, failure, insolvency, bankruptcy, default, default, technical default, legal default, technical default, kinerja perusahaan, kinerja, financial distress, saham, asset, obligasi, resiko, biaya modal, biaya, modal, growth, crisis, krisi, krisi ekonomi, pajak, financial. Pengertian/definisi Corporate Financial Distress, Pengertian/definisi Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Pengertian/definisi Growth Slowdown, earning quality, earning persistence, corporate tax avoidanc, financial distress, laporan keuangan, pajak, data SPT, data laporan keuangan perusahaan, pertumbuhan ekonomi, ekonomi, keuangan, perusahaan, data, earning, tax, krisis, hutang pajak, hutang, arus kas, kas, bunga, laba pajak, laba akuntansi, laba, akuntansi, credit rating, financial reporting, financial, investasi, dana, resiko, biaya, modal, cost, capital, kreditor, biaya modal, cost of capital, biaya, tingkat bunga, bunga, failure, insolvency, bankruptcy, default, default, technical default, legal default, technical default, kinerja perusahaan, kinerja, financial distress, saham, asset, obligasi, resiko, biaya modal, biaya, modal, growth, crisis, krisi, krisi ekonomi, pajak, financial. Pengertian/definisi Corporate Financial Distress, Pengertian/definisi Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Pengertian/definisi Growth Slowdown, earning quality, earning persistence, corporate tax avoidanc, financial distress, laporan keuangan, pajak, data SPT, data laporan keuangan perusahaan, pertumbuhan ekonomi, ekonomi, keuangan, perusahaan, data, earning, tax, krisis, hutang pajak, hutang, arus kas, kas, bunga, laba pajak, laba akuntansi, laba, akuntansi, credit rating, financial reporting, financial, investasi, dana, resiko, biaya, modal, cost, capital, kreditor, biaya modal, cost of capital, biaya, tingkat bunga, bunga, failure, insolvency, bankruptcy, default, default, technical default, legal default, technical default, kinerja perusahaan, kinerja, financial distress, saham, asset, obligasi, resiko, biaya modal, biaya, modal, growth, crisis, krisi, krisi ekonomi, pajak, financial. Pengertian/definisi Corporate Financial Distress, Pengertian/definisi Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Pengertian/definisi Growth Slowdown, earning quality, earning persistence, corporate tax avoidanc, financial distress, laporan keuangan, pajak, data SPT, data laporan keuangan perusahaan, pertumbuhan ekonomi, ekonomi, keuangan, perusahaan, data, earning, tax, krisis, hutang pajak, hutang, arus kas, kas, bunga, laba pajak, laba akuntansi, laba, akuntansi, credit rating, financial reporting, financial, investasi, dana, resiko, biaya, modal, cost, capital, kreditor, biaya modal, cost of capital, biaya, tingkat bunga, bunga, failure, insolvency, bankruptcy, default, default, technical default, legal default, technical default, kinerja perusahaan, kinerja, financial distress, saham, asset, obligasi, resiko, biaya modal, biaya, modal, growth, crisis, krisi, krisi ekonomi, pajak, financial. Pengertian/definisi Corporate Financial Distress, Pengertian/definisi Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Pengertian/definisi Growth Slowdown, earning quality, earning persistence, corporate tax avoidanc, financial distress, laporan keuangan, pajak, data SPT, data laporan keuangan perusahaan, pertumbuhan ekonomi, ekonomi, keuangan, perusahaan, data, earning, tax, krisis, hutang pajak, hutang, arus kas, kas, bunga, laba pajak, laba akuntansi, laba, akuntansi, credit rating, financial reporting, financial, investasi, dana, resiko, biaya, modal, cost, capital, kreditor, biaya modal, cost of capital, biaya, tingkat bunga, bunga, failure, insolvency, bankruptcy, default, default, technical default, legal default, technical default, kinerja perusahaan, kinerja, financial distress, saham, asset, obligasi, resiko, biaya modal, biaya, modal, growth, crisis, krisi, krisi ekonomi, pajak, financial. Pengertian/definisi Corporate Financial Distress, Pengertian/definisi Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Pengertian/definisi Growth Slowdown, earning quality, earning persistence, corporate tax avoidanc, financial distress, laporan keuangan, pajak, data SPT, data laporan keuangan perusahaan, pertumbuhan ekonomi, ekonomi, keuangan, perusahaan, data, earning, tax, krisis, hutang pajak, hutang, arus kas, kas, bunga, laba pajak, laba akuntansi, laba, akuntansi, credit rating, financial reporting, financial, investasi, dana, resiko, biaya, modal, cost, capital, kreditor, biaya modal, cost of capital, biaya, tingkat bunga, bunga, failure, insolvency, bankruptcy, default, default, technical default, legal default, technical default, kinerja perusahaan, kinerja, financial distress, saham, asset, obligasi, resiko, biaya modal, biaya, modal, growth, crisis, krisi, krisi ekonomi, pajak, financial, Pengertian/definisi Corporate Financial Distress, Pengertian/definisi Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Pengertian/definisi Growth Slowdown, earning quality, earning persistence, corporate tax avoidanc, financial distress, laporan keuangan, pajak, data SPT, data laporan keuangan perusahaan, pertumbuhan ekonomi, ekonomi, keuangan, perusahaan, data, earning, tax, krisis, hutang pajak, hutang, arus kas, kas, bunga, laba pajak, laba akuntansi, laba, akuntansi, credit rating, financial reporting, financial, investasi, dana, resiko, biaya, modal, cost, capital, kreditor, biaya modal, cost of capital, biaya, tingkat bunga, bunga, failure, insolvency, bankruptcy, default, default, technical default, legal default, technical default, kinerja perusahaan, kinerja, financial distress, saham, asset, obligasi, resiko, biaya modal, biaya, modal, growth, crisis, krisi, krisi ekonomi, pajak, financial, Pengertian/definisi Corporate Financial Distress, Pengertian/definisi Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Pengertian/definisi Growth Slowdown, earning quality, earning persistence, corporate tax avoidanc, financial distress, laporan keuangan, pajak, data SPT, data laporan keuangan perusahaan, pertumbuhan ekonomi, ekonomi, keuangan, perusahaan, data, earning, tax, krisis, hutang pajak, hutang, arus kas, kas, bunga, laba pajak, laba akuntansi, laba, akuntansi, credit rating, financial reporting, financial, investasi, dana, resiko, biaya, modal, cost, capital, kreditor, biaya modal, cost of capital, biaya, tingkat bunga, bunga, failure, insolvency, bankruptcy, default, default, technical default, legal default, technical default, kinerja perusahaan, kinerja, financial distress, saham, asset, obligasi, resiko, biaya modal, biaya, modal, growth, crisis, krisi, krisi ekonomi, pajak, financial
Iklan

konsultan jasa olahdata / analisis data statistik spss, eviews, stata, SEM amos, lisrel, pls, Expert Choice, SAS, NodeXL, Minitab di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek)

Anda sedang mencari konsultan jasa olah data / analisis data statistik spss, eviews, stata, SEM amos, lisrel, pls, Expert Choice, SAS, NodeXL, Minitab di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek) ?

Kami, Bengkeldata.com merupakan konsultan jasa olah data / analisis data statistik spss, eviews, stata, SEM amos, lisrel, pls, Expert Choice, SAS, NodeXL, Minitab di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek)

Sekali lagi, bagi Sobat yang sedang mencari :

– konsultan jasa olah data / analisis data statistik spss, eviews, stata, SEM amos, lisrel, pls, Expert Choice, SAS, NodeXL, Minitab di jakarta

– konsultan jasa olah data / analisis data statistik spss, eviews, stata, SEM amos, lisrel, pls, Expert Choice, SAS, NodeXL, Minitab di bogor

– konsultan jasa olah data / analisis data statistik spss, eviews, stata, SEM amos, lisrel, pls, Expert Choice, SAS, NodeXL, Minitab di tangerang

– konsultan jasa olah data / analisis data statistik di spss, eviews, stata, SEM amos, lisrel, pls, Expert Choice, SAS, NodeXL, Minitab bekasi

– konsultan jasa olah data / analisis data statistik spss, eviews, stata, SEM amos, lisrel, pls, Expert Choice, SAS, NodeXL, Minitab di jabodetabek

Yaa… Kamilah konsultan jasa olah data / analisis data statistik spss, eviews, stata, SEM amos, lisrel, pls, Expert Choice, SAS, NodeXL, Minitab di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek) … so… tunggu apalagi… silahkan hubungi kami di 0838 0405 9000 …

Untuk konsultasi lebih lanjut dg kami, Bengkeldata.com – konsultan jasa olah data / analisis data statistik spss, eviews, stata, SEM amos, lisrel, pls, Expert Choice, SAS, NodeXL, Minitab di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek), silahkan menghubungi:

WA : 0838 0405 9000

Pin BB: 74261930

ID Line: bengkeldatacom

ID WeChat/KakaoTalk/Hangouts : bengkeldata

Twitter/Instagram : @bengkeldata

e-mail : info@bengkeldata.com

Beta Consulting

Think Globally, Do Locally

yaa…kami, Bengkeldata.com – memang konsultan jasa olah data statistik / analisis data statistik / analisa data statistik spss, eviews, stata, SEM amos, lisrel, pls, Expert Choice, SAS, NodeXL, Minitab di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek)

Data Panel (Pooled Data), Kombinasi Antara Data Silang (Cross Section) dan Data Runtun Waktu (Time Series)

 

Oleh: Sopana

Data Panel (Pooled Data), Kombinasi Antara Data Silang (Cross Section) dan Data Runtun Waktu (Time Series)

Sebelum dijelaskan pengertian Data Panel (Pooled Data), di bawah ini akan dijelaskan terlebih dahulu pengertian Data Silang (Cross Section) dan Data Runtun Waktu (Time Series) beserta contohnya.

Data Cross Section / Data Silang adalah data yang menunjukkan pada suatu titik waktu tertentu. Contohnya laporan keuangan per 31 desember 2015, data pelanggan PT. Bulan Kembar bulan Juni 2015. Baca lebih lanjut

Liputan Bengkeldata di Tabloid Peluang Usaha Edisi 04 • Th X • 12 – 25 Desember 2014 Hal 32-33

Beta Consulting (Bengkeldata.com) – Market Research Perusahaan hingga Perorangan. Semakin ketatnya persaingan pasar yang terjadi di Indonesia membuat beberapa perusahaan pun tidak asal-asalan dalam menentukan langkah bisnis, apalagi saat ini Indonesia akan dihadapkan pada Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), maka kompetisi dalam dunia bisnis pun juga akan semakin banyak. Dengan demikian, persaingan yang akan datang juga tidak hanya pengusaha dalam negeri saja, melainkan juga datang dari para pengusaha asing. Kondisi inilah yang dimanfaatkan sebagai peluang oleh Sopana untuk mendirikan usaha jasa market research atau riset pasar. Keahliannya dalam mengolah data yang pernah didapat semasa kuliah di Jurusan Matematika FMIPA Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo Jawa Tengah ternyata menjadi modal utama bagi Sopana untuk mendirikan usaha market research. Ide mendirikan usaha ini muncul saat ia sedang menghadiri acara reuni bersama mahasiswa angkatannya di Jakarta pada tahun 2008. “Saat reuni di sana saya bertemu dengan teman-teman dari berbagai macam daerah, dari situlah saya kemudian terbesit untuk membangun jasa market research, toh nanti saya juga bisa bekerja sama dengan beberapa teman-teman yang ada di beberapa daerah tersebut untuk melakukan sebuah riset,” ujar Sopana. Sambil bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi Sopana pun mulai meluangkan waktu kosongnya untuk merintis usaha jasa market research kecil-kecilan dengan mengusung brand Beta Consulting. “Waktu itu usaha market research ini masih hanya sekadar usaha sampingan, tapi di sini saya yakin usaha ini akan maju,” optimisnya. Melihat usaha ini terus berkembang, Sopana pun memutuskan untuk resign dari tempat ia bekerja demi fokus menggeluti usaha sampingan tersebut. Selanjutnya pada tahun 2012 Sopana menggelontorkan modal sebesar Rp 5 juta yang digunakan sebagai ongkos transportasi dan ekspansi yang lebih luas dengan melakukan pemasaran yang bagus. Menurut Sopana modal untuk menjalankan usaha ini selain komputer adalah modal tim yang kuat, mulai dari tim penanggung jawab, tim ahli hingga tim lapangan dan pengetahuan tentang ilmu statistik. Secara garis besar ilmu yang harus dimiliki dalam menjalankan usaha ini adalah ilmu analisis statistik hal ini berguna untuk mengetahui dan menganalisis kemampuan pasar. Di awal usaha, Sopana menemukan kendala yaitu kesulitan membangun tim yang kuat sehingga ia terpaksa harus mempunyai cadangan tim utama untuk menggantikan sewaktu-waktu diperlukan. Lambat laun usahanya pun semakin banyak dikenal oleh masyarakat sehingga usahanya semakin maju dan mengalami peningkatan klien dari waktu ke waktu. Baca lebih lanjut

Training SPSS Eviews Lisrel AMOS SAS Expert Choice

Bengkeldata.Com melayani jasa Training SPSS Eviews Lisrel AMOS SAS Expert Choice dengan materi mulai dasar, intermediate sampai advance. Bengkeldata juga melayani Training SPSS Eviews Lisrel AMOS SAS Expert Choice dengan materi sesuai yang Anda inginkan.

Segera hubungi kami :

Opan

CS : 021-333 7398 – 0819 4505 9000

WA : 0838 0405 9000 Twitter : @bengkeldata

e-mail : info@bengkeldata.com

Beta Consulting

Think Globally, Do Locally

Mau ikut Training? Isi Form di bawah ini :

konsultan, jasa, training spss, kursus spss, training eviews, kursus eviews, training lisrel, kursus lisrel, training amos, kursus amos, training sas, kursus sas, training expert choice, kursus expert choice, analisis data, analisis data statistik, analisa data, analisa data statistik, jasa statistik, konsultan statistik, jasa survei, konsultan survey, jasa riset pasar, konsutan riset pasar , skripsi, tesis, disertasi, ahli, olah data, olahdata, pengolahan, olah data, statistik, statistika, skripsi, tesis, data panel, regresi, korelasi, SEM, validitas, reliabilitas, survei pasar, alpha, cronbach, pearson, tugas, akhir, sarjana, jakarta, penelitian, spss, eviews, amos, lisrel, minitab, regresi, konsultasi, konsultan, analisis data, analisis data statistik, analisa data, analisa data statistik, jasa statistik, konsultan statistik, jasa survei, konsultan survey, jasa riset pasar, konsutan riset pasar , skripsi, tesis, disertasi,ahli, olahdata, pengolahan, olah data, statitistik, statistika, skripsi, tesis, data panel, regresi, korelasi, SEM, validitas, reliabilitas, survei pasar, alpha, cronbach, pearson,tugas, akhir, sarjana, jakarta, penelitian, spss, amos, lisrel, minitab,konsultasi, konsultan, analisis data, analisis data statistik, analisa data, analisa data statistik, jasa statistik, konsultan statistik, jasa survei, konsultan survey, jasa riset pasar, konsutan riset pasar , skripsi, tesis, disertasi,ahli, olahdata, pengolahan, olah data, statistik, statistika, skripsi, tesis, data panel, regresi, korelasi, SEM, validitas, reliabilitas, survei pasar, alpha, cronbach, pearson,tugas, akhir, sarjana, jakarta, penelitian, spss, eviews, regresi, konsultasi, konsultan, ahli, olahdata , pengolahan, olah data, statistik, statistika, skripsi, tesis, data panel, regresi, korelasi, SEM, validitas, reliabilitas, survei pasar, alpha, cronbach, pearson,tugas, akhir, sarjana, jakarta, penelitian, spss, amos, lisrel, minitab, konsultasi, konsultan, analisis data, analisis data statistik, analisa data, analisa data statistik, jasa statistik, konsultan statistik, jasa survei, konsultan survey, jasa riset pasar, konsutan riset pasar , skripsi, tesis, disertasi, ahli, olahdata , pengolahan, olah data, statistik, statistika, skripsi, tesis, tugas, akhir, sarjana, jakarta, penel konsultasi itian, spss, eviews,amos, lisrel, minitab, regresi, konsultasi, konsultan, analisis data, analisis data statistik, analisa data, analisa data statistik, jasa statistik, konsultan statistik, jasa survei, konsultan survey, jasa riset pasar, konsutan riset pasar , skripsi, tesis, disertasi,ahli, olah, pengolahan, data, statistik, statistika, skripsi, tesis, data panel, regresi, korelasi, SEM, validitas, reliabilitas, survei pasar, alpha, cronbach, pearson,tugas, akhir, sarjana, jakarta, penelitian, spss, amos, lisrel, minitab,konsultasi, konsultan, ahli, olahdata, pengolahan, olah data, statistik, statistika, skripsi, tesis, tugas, akhir, sarjana, jakarta, penelitian, spss,amos, lisrel, minitab, eviews, regresi, analisis data, analisis data statistik, analisa data, analisa data statistik, jasa statistik, konsultan statistik, jasa survei, konsultan survey, jasa riset pasar, konsultan riset pasar , skripsi, tesis, disertasi

 

Analisis Data dengan General Autoregressive Conditional Heteroscedasticity Model ( GARCH ), Threshold ARCH ( T-ARCH )

Pengujian dengan regresi bertujuan untuk mengukur kekuatan dan menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen. Data yang digunakan penelitian ini berbentuk time series karena menggunakan data harian, misalnya diambil data dari Januai 2010 – July 2011. Dengan data time series dapat ditemukan pola pertumbuhan atau perubahan masa lalu, yang dapat digunakan untuk kegiatan bisnis dan keuangan. Data time series memiliki kecenderungan varian error term yang tidak konstan dari waktu ke waktu, maka varian residual dari data time series tidak konstan dan berubah-ubah dari satu periode ke periode lainnya atau mengandung unsur heteroskedastis. Dengan tingginya volatilitas data maka perlu dibuat model pendekatan tertentu untuk mengukur masalah volatilitas residual. Salah satu pendekatan adalah dengan memasukkan variable independen yang mampu memprediksikannya.

Untuk mengatasi varying time dependent (variansi dari error yang tidak konstan) maka akan digunakan model ARCH yang dikembangkan oleh Engle, 1982 dan GARCH (Bollerslev, 1986) yang memodelkan selain autoregresi juga memodelkan variansi dari error (condditional heteroscedascity of variance).

Asumsi yang selama ini menjadi kajian aliran utama ekonometrika yakni data time series kecenderungan mempunyai kesalahan pengganggu atau residual (error term) yang konstan dari waktu ke waktu berdasarkan kenyataan tersebut dalam bahasa ekonometrika berarti bahwa varian dari data time series ini tidak konstan tetapi berubah-ubah dari satu periode ke periode yang lain. Varian dari residual bukan lagi hanya fungsi variabel independen tetapi selalu berubah-ubah, tergantung seberapa besar residual dimasa lalu (Rahayu dan Firmansyah, 2004).

Model ekonometrika yang tepat untuk mengestimasikan perilaku seperti itu disebut Autoregressive Conditional Heteroscedasticity Model (ARCH). Model ini pertama kali dikembangkan oleh Robert Engle. Sebelumnya ARCH lebih dulu dikenal dengan metode peramalan Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) yang dikembangkan oleh Box-Jenkins. Yaitu merupakan suatu metode yang menghasilkan ramalanramalan berdasarkan sintesis dari pola data secara historis. Akan tetapi kelemahan dari model ini adalah data yang digunakan harus di stasionerkan lebih dahulu, sehingga memakan waktu yang relatif lama. Pengujian untuk mengetahui ada tidaknya pola harian terhadap volatilitas maka model variance error dimodifikasi sebagaimana yang dilakukan oleh Hsieh (1988) dalam Buddi Wibowo (2004) dalam model ARCH.

Untuk melihat innovation effect yaitu apakah kenaikan dan penurunan indeks saham mempengaruhi volatilitasnya, dapat digunakan T-ARCH (Threshold ARCH). olahdata ini dapat dilakukan dengan eviews

Analisa Data Statistik : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Volatilitas Cadangan Devisa Indonesia menggunakan Time Series Analysis dengan Metode ARCH – GARCH dan VAR

Data finansial seperti cadangan devisa, nilai tukar, maupun tingkat suku bunga mempunyai karakteristik tersendiri dibandingkan data deret waktu (time series). Beberapa karakteristik dari data finansial yaitu menunjukan volatilitas yang tinggi mengikuti periode waktu, sedangkan variansi/ragam adalah konstan untuk data jangka waktu yang panjang.

Dalam beberapa periode terdapat variansi/ragam data finansial relatif tinggi. Keadaan ini disebut conditionally heteroskedastic. Jika terdeteksi adanya conditionally heteroskedastic maka model autoregressive moving average (ARMA) tidak akurat lagi untuk digunakan. Model deret waktu (time series) yang mengakomodir adanya heteroskedastic / heteroskedastisitas adalah ARCH (Autoregressive Conditional Heteroscedasticity) / GARCH (General Autoregressive Conditional Heteroscedasticity) . Model lain selain ARCH & GARCH adalah TARCH, E-GARCH, M-GARCH, TGARCH dan lain-lain.

Variabel-variabel ekonomi biasanya nonstasioner dan mempunyai sifat kointegrasi, sehingga model statistik yang dibentuk harus dapat mengatasi dan mencerminkan sifat tersebut. Metode yang sesuai dengan permasalahan ini adalah metode VAR (Vector Autoregression).

Variabel yang digunakan sebanyak lima variabel makro ekonomi. Kelima Variabel tersebut yakni cadangan devisa, nilai tukar rupiah terhadap USD, tingkat suku bunga, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan netto ekspor.

Metodologi yang digunakan dimulai dengan metode ARCH/GARCH yang fungsinya untuk mengatahui ada tidaknya volatilitas dari masing-masing variabel yang diteliti. Selanjutnya dengan metode VAR akan selidiki pengaruh volatilitas dari variabel nilai tukar, suku bunga, IHSG dan neto ekspor terhadap volatilitas cadangan devisa. Hasil model VAR yang diperoleh tersebut kemudian digunakan untuk melakukan uji berikutnya yaitu uji kointegrasi Johansen untuk mengetahui hubungan keseimbangan jangka panjang dan Vector Error Correction Mechanism (VECM) untuk mengetahui hubungan keseimbangan jangka pendek.

Kesimpulan dari hasil analisa data yaitu bahwa variabel-variabel yang terdeteksi adanya ARCH/GARCH adalah variabel cadangan devisa, IHSG, nilai tukar, dan neto ekspor. Sedangkan variabel tingkat suku bunga tidak menunjukkan gejala adanya heteroskedastisitas dalam series datanya.

Untuk Konsultasi Analisa data selanjutnya, yang berhubungan dengan Time Series Analisis (AR, MA, ARMA, ARIMA, ARCH, GARCH, TARCH, E-GARCH, M-GARCH, T-GARCH, dll) menggunakan eviews silahkan menghubungi :

Beta Consulting

Telp: (021)3333 7389 – 0819 4505 9000
Email: info@bengkeldata.com

www.Bengkeldata.com
www.olah-data.com

follow us:
http://Twitter.com/olahdata

ARCH, GARCH, cadangan devisa, IHSG, neto ekspor, nilai tukar, tingkat suku bunga, uji kointegrasi, volatilitas, VAR, VECM, heteroskedastisitas, ARMA, deret waktu, time series, heteroskedastic, analisa data, konsultan, jasa,analisis data,analisis data statistik, analisa data, analisa data statistik, jasa statistik, konsultan statistik, jasa survei, konsultan survey, jasa riset pasar, konsutan riset pasar,skripsi, tesis, disertasi,ahli, olah data, olahdata, pengolahan, olah data, statistik, statistika, skripsi, tesis, data panel, regresi, korelasi, SEM, validitas, reliabilitas, survei pasar, alpha, cronbach, pearson, tugas, akhir, sarjana, jakarta, penelitian, spss, eviews, amos, lisrel, minitab, regresi, konsultasi, konsultan, analisis data, analisis data statistik, analisa data, analisa data statistik, jasa statistik, konsultan statistik, jasa survei, konsultan survey, jasa riset pasar, konsutan riset pasar , skripsi, tesis, disertasi,ahli, olahdata, pengolahan, olah data, statitistik, statistika, skripsi, tesis, data panel, regresi, korelasi, SEM, validitas, reliabilitas, survei pasar, alpha, cronbach, pearson,tugas, akhir, sarjana, jakarta, penelitian, spss, amos