Analisis Data Statistik : Analisa Data Faktor-Faktor Konsumsi di Indonesia dengan Pendekatan ECM (Error Correction Model)

Tujuan dari  penelitian ini adalah mengkaji pengaruh variabel pendapatan nasional, inflasi, suku bunga dan jumlah uang beredar terhadap konsumsi masyarakat yang digambarkan oleh variabel pengeluaran konsumsi mayarakat. Peneilitan ini dilakukan di Indonesia pada kurun waktu tahun 1988 sampai 2005. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan Pendekatan ECM (Error Correction Model).

Besarnya tingkat pengaruh variabel pendapatan nasional, inflasi, suku bunga deposito riil dan jumlah uang beredar terhadap pengeluaran konsumsi di Indonesia dalam jangka pendek yaitu 69,98 % sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model regresi yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Dalam jangka panjang variasi variabel independent mampu pengaruhi variasi dependent sebesar 0,984057 menunjukkan bahwa variabel independent lebih mampu menjelaskan variabel dependent sebesar 98,40% dan sisanya dijelaskan oleh variabel lain diluar model yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini.

Tanda koefisien koreksi kesalahan sebesar 0,69 menunjukkan bahwa 0,69 ketidaksesuaian antara pengeluaran konsumsi (Y) yang aktual dengan yang diinginkan akan dieliminasi atau dihilangkan dalam satu tahun. Hasil dari uji asumsi klasik ternyata ditemukan masalah asumsi klasik yaitu multikolinearitas, sedangkan heteroskedasitas dan autokorelasi tidak ada masalah.

Untuk menghilangkan masalah multikolinearitas,  dilakukan dengan cara menghilangkan variabel jumlah uang beredar. Sehingga diperoleh spesifikasi model penelitian yang dipakai adalah tepat dan mampu menjelaskan hubungan jangka pendek dan jangka panjang. Dengan demikian persamaan tersebut sudah sahih dan tidak ada alasan untuk ditolak.

Berikut kesimpulan yang dapat di ambil dari penelitian ini:

Besarnya pengaruh variabel pendapatan nasional, inflasi, suku bunga deposito riil dan jumlah uang beredar terhadap pengeluaran konsumsi di Indonesia dalam jangka pendek yaitu 75,12 % sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model regresi yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Variabel pendapatan nasional pada jangka pendek dan jangka panjang secara statistik positif dan signifikan, berarti pendapatan nasional berpengaruh terhadap pengeluaran konsumsi masyarakat di Indonesia periode 1988-2005.

Variabel tingkat inflasi pada jangka pendek secara statistik tidak signifikan, berarti tingkat inflasi tidak berpengaruh terhadap pengeluaran konsumsi masyarakat di Indonesia periode 1988-2005

Variabel suku bunga deposito dalam jangka pendek tidak berpengaruh terhadap pengeluaran konsumsi. Dalam jangka panjang mempunyai hubungan yang tidak signifikan yang artinya tidak berpengaruh terhadap pengeluaran konsumsi

Variabel jumlah uang beredar dalam jangka pendek tidak berpengaruh terhadap pengeluaran konsumsi.

Berdasarkan pengujian secara serempak dengan menggunakan uji F menunjukkan bahwa variabel independen secara bersama-sama mempengaruhi variabel dependen, artinya pendapatan nasional, inflasi, suku bunga deposito dan jumlah uang beredar berpengaruh secara bersama-sama terhadap pengeluaran konsumsi masyarakat Indonesia.

Keywords: Penelitian, pendapatan, inflasisuku bunga, uang, pengeluarankonsumsi, ECM, deposito, regresi, independent, dependent, uji asumsi klasik, multikolinearitas, heteroskedasitas, autokorelasi, uji F

Untuk konsultasi mengenai Olahdata lebih lanjut, silahkan menghubungi:
CS : 021-71088944 – 0819 4505 9000
YM : abays_khan
e-mail : info@bengkeldata.com
Beta Consulting
www.olah-data.com
www.bengkeldata.com

Iklan

Analisa Data : Analisis Data Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Simpanan Masyarakat pada Bank X Periode 2001 – 2006

Berdasarkan hasil empiris serta analisis penelitian mengenai Faktor –  faktor yang mempengaruhi simpanan masyarakat pada Bank X periode tahun 2001.1 sampai dengan 2006.4 maka dapat disimpulakan sebagai berikut :
Untuk uji kebaikan model (Uji F dan R²) menunjukan bahwa model cukup bagus karena secara bersama – sama variabel imbalan bagi hasil (X1), jumlah kantor cabang (X2), suku bunga (X3), dan simpanan masyarakat periode sebelumnnya (Y(-1) berpengaruh secara bersama –  sama terhadap simpanan masyarakat periode sekarang dengan nilai variasi pengaruh sebesar  99 % ( yang  berarti bahwa 99% variasi berpengaruh terhadap simpanan masyarakat pada Bank X dapat diterangkan oleh variasi dari variabel yang digunakan dalam model, sedangkan sisanya sekitar 1% dijelaskan oleh variabel lainya diluar model.
Berdasarkan pengujian secara individu dengan menggunakan uji t atas pengaruh imbalan bagi hasil (X1), jumlah kantor cabang (X2), suku bunga (X3), simpanan masyarakat periode yang lalu (Y(-1)) dapat disimpulkan bahwa :
-Variabel independent suku bunga deposito bank konvensional tidak berpengaruh signifikan pada jangka panjang dan jangka pandek terhadap simpanan masyarakat pada Bank X. Hal ini terjadi karena melihat kondisi ekonomi yang tidak stabil terutama nilai suku bunga yang terus berubah mengikuti perekonomian dunia.
-Berdasarkan uji t menunjukan ada tiga variabel yang berpengaruh terhadap simpanan masyarakat pada Bank X yaitu varibel imbalan bagi hasil yang berpengaruh positif pada jangka pendek dan jangka panjang, jumlah kantor cabang berpengaruh positif dalam jangka pendek dan jangka panjang, dan simpanan masyarakat periode yang lalu juga berpengaruh positif.
Hasil analisis model PAM diperoleh bahwa koefisien jangka panjang lebih besar dari pada koefisien jangka pendek artinya jangka panjang lebih peka terhadap adanya perubahan – perubahan itu dapat berupa kenaikan ataupun penurunan simpanan masyarakat pada Bank X.
Adapun beberapa implikasi dari penelitian tersebut :
>Hasil penelitian menunjukan bahwa suku bunga tidak berpengaruh terhadap simpanan masyarakat, dalam hal ini Bank X harus lebih meningkatkan lagi pelayanan sehingga memungkinkan masyarakat tetap tertarik untuk menginvestasikan dananya melalui cara-cara penawaran baik itu dari produk-produk maupun dari bagi hasil yang bersaing dengan bunga.
>Hasil penelitian menunjukan bahwa imbalan bagi hasil berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap simpanan masyarakat, sehingga dengan adanya peningkatan imbalan bagi hasil maka akan menambah minat dari masyarakat untuk menyimpan uangnya di Bank X, sehingga dengan begitu jumlah simpanan masyarakat dalam bentuk investasi tidak terikat akan meningkat.
Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah kantor cabang pada Bank X berpengaruh positif dan signifikan. Kemampuan Bank X dalam mnjangkau lokasi nasabah menunjukan hasil yang memuaskan, dengan tingginya jumlah kantor cabang akan menambah kepercayaan masyarakat terhadap Bank X, masyarakat tertarik karena lokasi yang terjangkau sehingga meningkatkan jumlah simpanan.

Berdasarkan hasil empiris serta analisis penelitian mengenai <span style=”font-weight:bold;”>Faktor –  faktor yang mempengaruhi simpanan masyarakat pada Bank X periode tahun 2001.1 sampai dengan 2006.4</span> maka dapat disimpulakan sebagai berikut :
Untuk uji kebaikan model (Uji F dan R²) menunjukan bahwa model cukup bagus karena secara bersama – sama variabel imbalan bagi hasil (X1), jumlah kantor cabang (X2), suku bunga (X3), dan simpanan masyarakat periode sebelumnnya (Y(-1) berpengaruh secara bersama –  sama terhadap simpanan masyarakat periode sekarang dengan nilai variasi pengaruh sebesar  99 % ( yang  berarti bahwa 99% variasi berpengaruh terhadap simpanan masyarakat pada Bank X dapat diterangkan oleh variasi dari variabel yang digunakan dalam model, sedangkan sisanya sekitar 1% dijelaskan oleh variabel lainya diluar model.
Berdasarkan pengujian secara individu dengan menggunakan uji t atas pengaruh imbalan bagi hasil (X1), jumlah kantor cabang (X2), suku bunga (X3), simpanan masyarakat periode yang lalu (Y(-1)) dapat disimpulkan bahwa :

-Variabel independent suku bunga deposito bank konvensional tidak berpengaruh signifikan pada jangka panjang dan jangka pandek terhadap simpanan masyarakat pada Bank X. Hal ini terjadi karena melihat kondisi ekonomi yang tidak stabil terutama nilai suku bunga yang terus berubah mengikuti perekonomian dunia.

-Berdasarkan uji t menunjukan ada tiga variabel yang berpengaruh terhadap simpanan masyarakat pada Bank X yaitu varibel imbalan bagi hasil yang berpengaruh positif pada jangka pendek dan jangka panjang, jumlah kantor cabang berpengaruh positif dalam jangka pendek dan jangka panjang, dan simpanan masyarakat periode yang lalu juga berpengaruh positif.

Hasil analisis model PAM diperoleh bahwa koefisien jangka panjang lebih besar dari pada koefisien jangka pendek artinya jangka panjang lebih peka terhadap adanya perubahan – perubahan itu dapat berupa kenaikan ataupun penurunan simpanan masyarakat pada Bank X.
Adapun beberapa implikasi dari penelitian tersebut :
Hasil penelitian menunjukan bahwa suku bunga tidak berpengaruh terhadap simpanan masyarakat, dalam hal ini Bank X harus lebih meningkatkan lagi pelayanan sehingga memungkinkan masyarakat tetap tertarik untuk menginvestasikan dananya melalui cara-cara penawaran baik itu dari produk-produk maupun dari bagi hasil yang bersaing dengan bunga.
Hasil penelitian menunjukan bahwa imbalan bagi hasil berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap simpanan masyarakat, sehingga dengan adanya peningkatan imbalan bagi hasil maka akan menambah minat dari masyarakat untuk menyimpan uangnya di Bank X, sehingga dengan begitu jumlah simpanan masyarakat dalam bentuk investasi tidak terikat akan meningkat.
Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah kantor cabang pada Bank X berpengaruh positif dan signifikan. Kemampuan Bank X dalam mnjangkau lokasi nasabah menunjukan hasil yang memuaskan, dengan tingginya jumlah kantor cabang akan menambah kepercayaan masyarakat terhadap Bank X, masyarakat tertarik karena lokasi yang terjangkau sehingga meningkatkan jumlah simpanan.