Pengertian/Definisi Corporate Financial Distress, Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Growth Slowdown

Corporate financial distress

Corporate financial distress atau perusahaan yang sedang mengalami kesulitan keuangan adalah istilah umum yang sering digunakan untuk mewakili kondisi berikut : failure, insolvency, bankruptcy, dan default (Altman & Hotchkiss, 2006). Failure terjadi ketika tingkat pengembalian modal yang diinvestasikan lebih rendah dari tingkat bunga Insolvency adalah istilah yang menggambarkan dimana perusahaan tidak mampu melunasi hutang jangka pendeknya. Bankruptcy adalah istilah yang menggambarkan perusahaan dalam kesulitan keuangan kemudian dideklarasikan secara formal dalam pengadilan negeri. Default adalah istilah yang menggambarkan adanya suatu pelanggaran jangka waktu perjanjian hutang oleh perusahaan. Ada dua istilah default : technical default dan legal default. 

Corporate financial distress dan tax avoidance

Ada beberapa dampak pada kebijakan perusahaan terkait pajak ketika perusahaan tersebut sedang mengalami kesulitan keuangan (Edwards et al, 2013). Beban pajak merupakan biaya yang signifikan bagi perusahaan apalagi bagi perusahaan yang sedang mengalami kesulitan keuangan. Perusahaan akan berusaha mengurangi beban tersebut seminimal mungkin untuk memenuhi kelangsungan hidupnya (going concern).

 

Global financial crisis dan corporate tax avoidance

Perusahaan dengan keuangan terbatas lebih berusaha untuk memotong rencana pengeluaran perusahaan pada investasi, teknologi dan pegawai dibanding perusahaan dengan keuangan yang tidak terbatas pada saat krisis ekonomi global berlangsung (Campello et al, 2010).

Growth slowdown dan global financial crisis

Menurut Caballero, Farhi, & Gourinchas (2008) menyatakan bahwa krisis ekonomi global yang terjadi pada tahun 2008 dibagi menjadi 2 fase. Fase pertama yaitu hancurnya harga komoditas terutama minyak. Harga minyak pada saat itu terus meroket. Fase kedua yaitu krisis keuangan akan mengalami laju pertumbuhan ekonomi yang melambat secara tajam (sharply slow growth).

Pembahasan lebih lanjut dapat Anda baca DI SINI

Anda sedang mencari konsultan jasa olah data SPSS Eviews Lisrel AMOS Stata Murah / jasa analisis data statistik MURAH di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek) untuk skripri tesis disertasi ?

Kami merupakan konsultan jasa olah data spss murah / jasa pengolahan data statistik  SPSS  Eviews Lisrel AMOS Stata Murah / jasa analisis data statistik MURAH di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek) untuk skripri tesis disertasi ?

Hubungi Kami :

WA : 0838 0405 9000

 

Pengertian/definisi Corporate Financial Distress, Pengertian/definisi Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Pengertian/definisi Growth Slowdown, earning quality, earning persistence, corporate tax avoidanc, financial distress, laporan keuangan, pajak, data SPT, data laporan keuangan perusahaan, pertumbuhan ekonomi, ekonomi, keuangan, perusahaan, data, earning, tax, krisis, hutang pajak, hutang, arus kas, kas, bunga, laba pajak, laba akuntansi, laba, akuntansi, credit rating, financial reporting, financial, investasi, dana, resiko, biaya, modal, cost, capital, kreditor, biaya modal, cost of capital, biaya, tingkat bunga, bunga, failure, insolvency, bankruptcy, default, default, technical default, legal default, technical default, kinerja perusahaan, kinerja, financial distress, saham, asset, obligasi, resiko, biaya modal, biaya, modal, growth, crisis, krisi, krisi ekonomi, pajak, financial. Pengertian/definisi Corporate Financial Distress, Pengertian/definisi Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Pengertian/definisi Growth Slowdown, earning quality, earning persistence, corporate tax avoidanc, financial distress, laporan keuangan, pajak, data SPT, data laporan keuangan perusahaan, pertumbuhan ekonomi, ekonomi, keuangan, perusahaan, data, earning, tax, krisis, hutang pajak, hutang, arus kas, kas, bunga, laba pajak, laba akuntansi, laba, akuntansi, credit rating, financial reporting, financial, investasi, dana, resiko, biaya, modal, cost, capital, kreditor, biaya modal, cost of capital, biaya, tingkat bunga, bunga, failure, insolvency, bankruptcy, default, default, technical default, legal default, technical default, kinerja perusahaan, kinerja, financial distress, saham, asset, obligasi, resiko, biaya modal, biaya, modal, growth, crisis, krisi, krisi ekonomi, pajak, financial. Pengertian/definisi Corporate Financial Distress, Pengertian/definisi Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Pengertian/definisi Growth Slowdown, earning quality, earning persistence, corporate tax avoidanc, financial distress, laporan keuangan, pajak, data SPT, data laporan keuangan perusahaan, pertumbuhan ekonomi, ekonomi, keuangan, perusahaan, data, earning, tax, krisis, hutang pajak, hutang, arus kas, kas, bunga, laba pajak, laba akuntansi, laba, akuntansi, credit rating, financial reporting, financial, investasi, dana, resiko, biaya, modal, cost, capital, kreditor, biaya modal, cost of capital, biaya, tingkat bunga, bunga, failure, insolvency, bankruptcy, default, default, technical default, legal default, technical default, kinerja perusahaan, kinerja, financial distress, saham, asset, obligasi, resiko, biaya modal, biaya, modal, growth, crisis, krisi, krisi ekonomi, pajak, financial. Pengertian/definisi Corporate Financial Distress, Pengertian/definisi Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Pengertian/definisi Growth Slowdown, earning quality, earning persistence, corporate tax avoidanc, financial distress, laporan keuangan, pajak, data SPT, data laporan keuangan perusahaan, pertumbuhan ekonomi, ekonomi, keuangan, perusahaan, data, earning, tax, krisis, hutang pajak, hutang, arus kas, kas, bunga, laba pajak, laba akuntansi, laba, akuntansi, credit rating, financial reporting, financial, investasi, dana, resiko, biaya, modal, cost, capital, kreditor, biaya modal, cost of capital, biaya, tingkat bunga, bunga, failure, insolvency, bankruptcy, default, default, technical default, legal default, technical default, kinerja perusahaan, kinerja, financial distress, saham, asset, obligasi, resiko, biaya modal, biaya, modal, growth, crisis, krisi, krisi ekonomi, pajak, financial. Pengertian/definisi Corporate Financial Distress, Pengertian/definisi Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Pengertian/definisi Growth Slowdown, earning quality, earning persistence, corporate tax avoidanc, financial distress, laporan keuangan, pajak, data SPT, data laporan keuangan perusahaan, pertumbuhan ekonomi, ekonomi, keuangan, perusahaan, data, earning, tax, krisis, hutang pajak, hutang, arus kas, kas, bunga, laba pajak, laba akuntansi, laba, akuntansi, credit rating, financial reporting, financial, investasi, dana, resiko, biaya, modal, cost, capital, kreditor, biaya modal, cost of capital, biaya, tingkat bunga, bunga, failure, insolvency, bankruptcy, default, default, technical default, legal default, technical default, kinerja perusahaan, kinerja, financial distress, saham, asset, obligasi, resiko, biaya modal, biaya, modal, growth, crisis, krisi, krisi ekonomi, pajak, financial. Pengertian/definisi Corporate Financial Distress, Pengertian/definisi Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Pengertian/definisi Growth Slowdown, earning quality, earning persistence, corporate tax avoidanc, financial distress, laporan keuangan, pajak, data SPT, data laporan keuangan perusahaan, pertumbuhan ekonomi, ekonomi, keuangan, perusahaan, data, earning, tax, krisis, hutang pajak, hutang, arus kas, kas, bunga, laba pajak, laba akuntansi, laba, akuntansi, credit rating, financial reporting, financial, investasi, dana, resiko, biaya, modal, cost, capital, kreditor, biaya modal, cost of capital, biaya, tingkat bunga, bunga, failure, insolvency, bankruptcy, default, default, technical default, legal default, technical default, kinerja perusahaan, kinerja, financial distress, saham, asset, obligasi, resiko, biaya modal, biaya, modal, growth, crisis, krisi, krisi ekonomi, pajak, financial, Pengertian/definisi Corporate Financial Distress, Pengertian/definisi Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Pengertian/definisi Growth Slowdown, earning quality, earning persistence, corporate tax avoidanc, financial distress, laporan keuangan, pajak, data SPT, data laporan keuangan perusahaan, pertumbuhan ekonomi, ekonomi, keuangan, perusahaan, data, earning, tax, krisis, hutang pajak, hutang, arus kas, kas, bunga, laba pajak, laba akuntansi, laba, akuntansi, credit rating, financial reporting, financial, investasi, dana, resiko, biaya, modal, cost, capital, kreditor, biaya modal, cost of capital, biaya, tingkat bunga, bunga, failure, insolvency, bankruptcy, default, default, technical default, legal default, technical default, kinerja perusahaan, kinerja, financial distress, saham, asset, obligasi, resiko, biaya modal, biaya, modal, growth, crisis, krisi, krisi ekonomi, pajak, financial, Pengertian/definisi Corporate Financial Distress, Pengertian/definisi Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Pengertian/definisi Growth Slowdown, earning quality, earning persistence, corporate tax avoidanc, financial distress, laporan keuangan, pajak, data SPT, data laporan keuangan perusahaan, pertumbuhan ekonomi, ekonomi, keuangan, perusahaan, data, earning, tax, krisis, hutang pajak, hutang, arus kas, kas, bunga, laba pajak, laba akuntansi, laba, akuntansi, credit rating, financial reporting, financial, investasi, dana, resiko, biaya, modal, cost, capital, kreditor, biaya modal, cost of capital, biaya, tingkat bunga, bunga, failure, insolvency, bankruptcy, default, default, technical default, legal default, technical default, kinerja perusahaan, kinerja, financial distress, saham, asset, obligasi, resiko, biaya modal, biaya, modal, growth, crisis, krisi, krisi ekonomi, pajak, financial
Iklan

Analisa Data Statistik : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Volatilitas Cadangan Devisa Indonesia menggunakan Time Series Analysis dengan Metode ARCH – GARCH dan VAR

Data finansial seperti cadangan devisa, nilai tukar, maupun tingkat suku bunga mempunyai karakteristik tersendiri dibandingkan data deret waktu (time series). Beberapa karakteristik dari data finansial yaitu menunjukan volatilitas yang tinggi mengikuti periode waktu, sedangkan variansi/ragam adalah konstan untuk data jangka waktu yang panjang.

Dalam beberapa periode terdapat variansi/ragam data finansial relatif tinggi. Keadaan ini disebut conditionally heteroskedastic. Jika terdeteksi adanya conditionally heteroskedastic maka model autoregressive moving average (ARMA) tidak akurat lagi untuk digunakan. Model deret waktu (time series) yang mengakomodir adanya heteroskedastic / heteroskedastisitas adalah ARCH (Autoregressive Conditional Heteroscedasticity) / GARCH (General Autoregressive Conditional Heteroscedasticity) . Model lain selain ARCH & GARCH adalah TARCH, E-GARCH, M-GARCH, TGARCH dan lain-lain.

Variabel-variabel ekonomi biasanya nonstasioner dan mempunyai sifat kointegrasi, sehingga model statistik yang dibentuk harus dapat mengatasi dan mencerminkan sifat tersebut. Metode yang sesuai dengan permasalahan ini adalah metode VAR (Vector Autoregression).

Variabel yang digunakan sebanyak lima variabel makro ekonomi. Kelima Variabel tersebut yakni cadangan devisa, nilai tukar rupiah terhadap USD, tingkat suku bunga, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan netto ekspor.

Metodologi yang digunakan dimulai dengan metode ARCH/GARCH yang fungsinya untuk mengatahui ada tidaknya volatilitas dari masing-masing variabel yang diteliti. Selanjutnya dengan metode VAR akan selidiki pengaruh volatilitas dari variabel nilai tukar, suku bunga, IHSG dan neto ekspor terhadap volatilitas cadangan devisa. Hasil model VAR yang diperoleh tersebut kemudian digunakan untuk melakukan uji berikutnya yaitu uji kointegrasi Johansen untuk mengetahui hubungan keseimbangan jangka panjang dan Vector Error Correction Mechanism (VECM) untuk mengetahui hubungan keseimbangan jangka pendek.

Kesimpulan dari hasil analisa data yaitu bahwa variabel-variabel yang terdeteksi adanya ARCH/GARCH adalah variabel cadangan devisa, IHSG, nilai tukar, dan neto ekspor. Sedangkan variabel tingkat suku bunga tidak menunjukkan gejala adanya heteroskedastisitas dalam series datanya.

Untuk Konsultasi Analisa data selanjutnya, yang berhubungan dengan Time Series Analisis (AR, MA, ARMA, ARIMA, ARCH, GARCH, TARCH, E-GARCH, M-GARCH, T-GARCH, dll) menggunakan eviews silahkan menghubungi :

Beta Consulting

Telp: (021)3333 7389 – 0819 4505 9000
Email: info@bengkeldata.com

www.Bengkeldata.com
www.olah-data.com

follow us:
http://Twitter.com/olahdata

ARCH, GARCH, cadangan devisa, IHSG, neto ekspor, nilai tukar, tingkat suku bunga, uji kointegrasi, volatilitas, VAR, VECM, heteroskedastisitas, ARMA, deret waktu, time series, heteroskedastic, analisa data, konsultan, jasa,analisis data,analisis data statistik, analisa data, analisa data statistik, jasa statistik, konsultan statistik, jasa survei, konsultan survey, jasa riset pasar, konsutan riset pasar,skripsi, tesis, disertasi,ahli, olah data, olahdata, pengolahan, olah data, statistik, statistika, skripsi, tesis, data panel, regresi, korelasi, SEM, validitas, reliabilitas, survei pasar, alpha, cronbach, pearson, tugas, akhir, sarjana, jakarta, penelitian, spss, eviews, amos, lisrel, minitab, regresi, konsultasi, konsultan, analisis data, analisis data statistik, analisa data, analisa data statistik, jasa statistik, konsultan statistik, jasa survei, konsultan survey, jasa riset pasar, konsutan riset pasar , skripsi, tesis, disertasi,ahli, olahdata, pengolahan, olah data, statitistik, statistika, skripsi, tesis, data panel, regresi, korelasi, SEM, validitas, reliabilitas, survei pasar, alpha, cronbach, pearson,tugas, akhir, sarjana, jakarta, penelitian, spss, amos