Pengertian/Definisi Corporate Financial Distress, Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Growth Slowdown

Corporate financial distress

Corporate financial distress atau perusahaan yang sedang mengalami kesulitan keuangan adalah istilah umum yang sering digunakan untuk mewakili kondisi berikut : failure, insolvency, bankruptcy, dan default (Altman & Hotchkiss, 2006). Failure terjadi ketika tingkat pengembalian modal yang diinvestasikan lebih rendah dari tingkat bunga Insolvency adalah istilah yang menggambarkan dimana perusahaan tidak mampu melunasi hutang jangka pendeknya. Bankruptcy adalah istilah yang menggambarkan perusahaan dalam kesulitan keuangan kemudian dideklarasikan secara formal dalam pengadilan negeri. Default adalah istilah yang menggambarkan adanya suatu pelanggaran jangka waktu perjanjian hutang oleh perusahaan. Ada dua istilah default : technical default dan legal default. 

Corporate financial distress dan tax avoidance

Ada beberapa dampak pada kebijakan perusahaan terkait pajak ketika perusahaan tersebut sedang mengalami kesulitan keuangan (Edwards et al, 2013). Beban pajak merupakan biaya yang signifikan bagi perusahaan apalagi bagi perusahaan yang sedang mengalami kesulitan keuangan. Perusahaan akan berusaha mengurangi beban tersebut seminimal mungkin untuk memenuhi kelangsungan hidupnya (going concern).

 

Global financial crisis dan corporate tax avoidance

Perusahaan dengan keuangan terbatas lebih berusaha untuk memotong rencana pengeluaran perusahaan pada investasi, teknologi dan pegawai dibanding perusahaan dengan keuangan yang tidak terbatas pada saat krisis ekonomi global berlangsung (Campello et al, 2010).

Growth slowdown dan global financial crisis

Menurut Caballero, Farhi, & Gourinchas (2008) menyatakan bahwa krisis ekonomi global yang terjadi pada tahun 2008 dibagi menjadi 2 fase. Fase pertama yaitu hancurnya harga komoditas terutama minyak. Harga minyak pada saat itu terus meroket. Fase kedua yaitu krisis keuangan akan mengalami laju pertumbuhan ekonomi yang melambat secara tajam (sharply slow growth).

Pembahasan lebih lanjut dapat Anda baca DI SINI

Anda sedang mencari konsultan jasa olah data SPSS Eviews Lisrel AMOS Stata Murah / jasa analisis data statistik MURAH di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek) untuk skripri tesis disertasi ?

Kami merupakan konsultan jasa olah data spss murah / jasa pengolahan data statistik  SPSS  Eviews Lisrel AMOS Stata Murah / jasa analisis data statistik MURAH di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek) untuk skripri tesis disertasi ?

Hubungi Kami :

WA : 0838 0405 9000

 

Pengertian/definisi Corporate Financial Distress, Pengertian/definisi Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Pengertian/definisi Growth Slowdown, earning quality, earning persistence, corporate tax avoidanc, financial distress, laporan keuangan, pajak, data SPT, data laporan keuangan perusahaan, pertumbuhan ekonomi, ekonomi, keuangan, perusahaan, data, earning, tax, krisis, hutang pajak, hutang, arus kas, kas, bunga, laba pajak, laba akuntansi, laba, akuntansi, credit rating, financial reporting, financial, investasi, dana, resiko, biaya, modal, cost, capital, kreditor, biaya modal, cost of capital, biaya, tingkat bunga, bunga, failure, insolvency, bankruptcy, default, default, technical default, legal default, technical default, kinerja perusahaan, kinerja, financial distress, saham, asset, obligasi, resiko, biaya modal, biaya, modal, growth, crisis, krisi, krisi ekonomi, pajak, financial. Pengertian/definisi Corporate Financial Distress, Pengertian/definisi Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Pengertian/definisi Growth Slowdown, earning quality, earning persistence, corporate tax avoidanc, financial distress, laporan keuangan, pajak, data SPT, data laporan keuangan perusahaan, pertumbuhan ekonomi, ekonomi, keuangan, perusahaan, data, earning, tax, krisis, hutang pajak, hutang, arus kas, kas, bunga, laba pajak, laba akuntansi, laba, akuntansi, credit rating, financial reporting, financial, investasi, dana, resiko, biaya, modal, cost, capital, kreditor, biaya modal, cost of capital, biaya, tingkat bunga, bunga, failure, insolvency, bankruptcy, default, default, technical default, legal default, technical default, kinerja perusahaan, kinerja, financial distress, saham, asset, obligasi, resiko, biaya modal, biaya, modal, growth, crisis, krisi, krisi ekonomi, pajak, financial. Pengertian/definisi Corporate Financial Distress, Pengertian/definisi Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Pengertian/definisi Growth Slowdown, earning quality, earning persistence, corporate tax avoidanc, financial distress, laporan keuangan, pajak, data SPT, data laporan keuangan perusahaan, pertumbuhan ekonomi, ekonomi, keuangan, perusahaan, data, earning, tax, krisis, hutang pajak, hutang, arus kas, kas, bunga, laba pajak, laba akuntansi, laba, akuntansi, credit rating, financial reporting, financial, investasi, dana, resiko, biaya, modal, cost, capital, kreditor, biaya modal, cost of capital, biaya, tingkat bunga, bunga, failure, insolvency, bankruptcy, default, default, technical default, legal default, technical default, kinerja perusahaan, kinerja, financial distress, saham, asset, obligasi, resiko, biaya modal, biaya, modal, growth, crisis, krisi, krisi ekonomi, pajak, financial. Pengertian/definisi Corporate Financial Distress, Pengertian/definisi Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Pengertian/definisi Growth Slowdown, earning quality, earning persistence, corporate tax avoidanc, financial distress, laporan keuangan, pajak, data SPT, data laporan keuangan perusahaan, pertumbuhan ekonomi, ekonomi, keuangan, perusahaan, data, earning, tax, krisis, hutang pajak, hutang, arus kas, kas, bunga, laba pajak, laba akuntansi, laba, akuntansi, credit rating, financial reporting, financial, investasi, dana, resiko, biaya, modal, cost, capital, kreditor, biaya modal, cost of capital, biaya, tingkat bunga, bunga, failure, insolvency, bankruptcy, default, default, technical default, legal default, technical default, kinerja perusahaan, kinerja, financial distress, saham, asset, obligasi, resiko, biaya modal, biaya, modal, growth, crisis, krisi, krisi ekonomi, pajak, financial. Pengertian/definisi Corporate Financial Distress, Pengertian/definisi Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Pengertian/definisi Growth Slowdown, earning quality, earning persistence, corporate tax avoidanc, financial distress, laporan keuangan, pajak, data SPT, data laporan keuangan perusahaan, pertumbuhan ekonomi, ekonomi, keuangan, perusahaan, data, earning, tax, krisis, hutang pajak, hutang, arus kas, kas, bunga, laba pajak, laba akuntansi, laba, akuntansi, credit rating, financial reporting, financial, investasi, dana, resiko, biaya, modal, cost, capital, kreditor, biaya modal, cost of capital, biaya, tingkat bunga, bunga, failure, insolvency, bankruptcy, default, default, technical default, legal default, technical default, kinerja perusahaan, kinerja, financial distress, saham, asset, obligasi, resiko, biaya modal, biaya, modal, growth, crisis, krisi, krisi ekonomi, pajak, financial. Pengertian/definisi Corporate Financial Distress, Pengertian/definisi Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Pengertian/definisi Growth Slowdown, earning quality, earning persistence, corporate tax avoidanc, financial distress, laporan keuangan, pajak, data SPT, data laporan keuangan perusahaan, pertumbuhan ekonomi, ekonomi, keuangan, perusahaan, data, earning, tax, krisis, hutang pajak, hutang, arus kas, kas, bunga, laba pajak, laba akuntansi, laba, akuntansi, credit rating, financial reporting, financial, investasi, dana, resiko, biaya, modal, cost, capital, kreditor, biaya modal, cost of capital, biaya, tingkat bunga, bunga, failure, insolvency, bankruptcy, default, default, technical default, legal default, technical default, kinerja perusahaan, kinerja, financial distress, saham, asset, obligasi, resiko, biaya modal, biaya, modal, growth, crisis, krisi, krisi ekonomi, pajak, financial, Pengertian/definisi Corporate Financial Distress, Pengertian/definisi Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Pengertian/definisi Growth Slowdown, earning quality, earning persistence, corporate tax avoidanc, financial distress, laporan keuangan, pajak, data SPT, data laporan keuangan perusahaan, pertumbuhan ekonomi, ekonomi, keuangan, perusahaan, data, earning, tax, krisis, hutang pajak, hutang, arus kas, kas, bunga, laba pajak, laba akuntansi, laba, akuntansi, credit rating, financial reporting, financial, investasi, dana, resiko, biaya, modal, cost, capital, kreditor, biaya modal, cost of capital, biaya, tingkat bunga, bunga, failure, insolvency, bankruptcy, default, default, technical default, legal default, technical default, kinerja perusahaan, kinerja, financial distress, saham, asset, obligasi, resiko, biaya modal, biaya, modal, growth, crisis, krisi, krisi ekonomi, pajak, financial, Pengertian/definisi Corporate Financial Distress, Pengertian/definisi Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Pengertian/definisi Growth Slowdown, earning quality, earning persistence, corporate tax avoidanc, financial distress, laporan keuangan, pajak, data SPT, data laporan keuangan perusahaan, pertumbuhan ekonomi, ekonomi, keuangan, perusahaan, data, earning, tax, krisis, hutang pajak, hutang, arus kas, kas, bunga, laba pajak, laba akuntansi, laba, akuntansi, credit rating, financial reporting, financial, investasi, dana, resiko, biaya, modal, cost, capital, kreditor, biaya modal, cost of capital, biaya, tingkat bunga, bunga, failure, insolvency, bankruptcy, default, default, technical default, legal default, technical default, kinerja perusahaan, kinerja, financial distress, saham, asset, obligasi, resiko, biaya modal, biaya, modal, growth, crisis, krisi, krisi ekonomi, pajak, financial
Iklan

Konsultan Jasa Pembuatan Olah Data Statistik / Analisis Data Statistik / Analisa Data Statistik Skripsi Tesis Disertasi di Jakarta Bogor Tangerang Bekasi (Jabodetabek) – Bengkeldata.Com 081945059000

Apakah Anda lagi mencari konsultan jasa pembuatan olah data / analisis data statistik untuk skripsi tesis disertasi di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek) ?

Kami, Bengkeldata.com adalah konsultan jasa pembuatan olah data / analisis data statistik untuk skripsi tesis disertasi di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek) 

Ya… banyak konsultan jasa pembuatan olah data / analisis data statistik untuk skripsi tesis disertasi di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek) , tetapi kamilah solusi yang Anda cari….

Mengapa ???

 

5 Alasan Kenapa Anda Disarankan Memilih Bengkeldata sebagai Konsultan Jasa pembuatan Olahdata Statistik / analisis data statistik / analisa data statistik untuk skripsi tesis disertasi ?

1. Konsultan Bengkeldata  berasal dari profesional & akademisi di bidang riset, statistik, bank, telekomunikasi, ekonomi, psikologi, politik, dll

2. Konsultan kami lulusan S3, S2, S1 dari luar & dalam negeri (UI, UGM, ITS, IPB, Unpad,UNS, UII, dll)
3. Konsultasi dilakukan secara simpel by Online (Telp, SMS, email, BB, YM, FB, Twitter, dll)
4. Pengiriman materi dilakukan secara online, jadi  Anda tidak perlu repot utk bertatap muka. Jika diperlukan tatap muka, lokasi pertemuan amat flexibel sesuai kesepakatan bersama
5. Anda akan dibimbing sampai paham. Jika diperlukan, dilakukan simulasi dengan software statistik

 

Sekali lagi, bagi Sobat yang sedang mencari :

– konsultan jasa pembuatan olah data / analisis data statistik untuk skripsi tesis disertasi di jakarta

– konsultan jasa pembuatan olah data / analisis data statistik untuk skripsi tesis disertasi di bogor

– konsultan jasa pembuatan olah data / analisis data statistik untuk skripsi tesis disertasi di tangerang

– konsultan jasa pembuatan olah data / analisis data statistik untuk skripsi tesis disertasi di bekasi

– konsultan jasa pembuatan olah data / analisis data statistik untuk skripsi tesis disertasi di jabodetabek

 

Konsultan Jasa Pembuatan Olah Data Statistik / Analisis Data Statistik / Analisa Data Statistik Skripsi Tesis Disertasi di Jakarta Bogor Tangerang Bekasi (Jabodetabek)

>>> Bengkeldata.Com 081945059000 <<<

Berbekal pengalaman sebagai konsultan, profesional serta dosen pengajar metode penelitian, ekonomi manajerial, statistika dan ekonometrika di program doktor ekonomi dan program magister di Jakarta, Jogja, Solo, Insya Allah kami dapat menyelesaikan persoalan penelitian yang sedang Anda hadapi.

Nah…untuk Anda yang sedang mencari konsultan jasa pembuatan olah data / analisis data statistik untuk skripsi tesis disertasi di tangerang bekasi (jabodetabek),  sangatlah tepat bila memilih kami.

Untuk konsultasi lebih lanjut dengan kami, Bengkeldata.com – konsultan jasa pembuatan olah data / analisis data statistik untuk skripsi tesis disertasi di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek), hubungi kontak di bawah ini:

CS :  0819 4505 9000

WA : 0838 0405 9000

Pin BB: 74261930

ID Line: bengkeldatacom

ID WeChat/KakaoTalk/Hangouts : bengkeldata

Twitter/Instagram : @bengkeldata

e-mail : info@bengkeldata.com

Beta Consulting

Think Globally, Do Locally

yaa…kami, Bengkeldata.com – memang konsultan jasa pembuatan olah data statistik / analisis data statistik / analisa data statistik untuk skripsi tesis disertasi di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek)

 

Analisis Data Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Price Earning Ratio (PER)

Beberapa faktor yang diduga mempengaruhi Price Earning Ratio (PER) yaitu Dividend Payout Ratio (DPR),  Pertumbuhan Laba (Earning Growth), Variance of Earning Growth, dan Financial Leverage.

1. Pengaruh Dividend Payout Ratio (DPR) terhadap Price Earning Ratio (PER)

Menurut Tjiptono dan Hendy (2006:201) DPR merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur besaran dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham. Menurut Husnan (2001) perusahaan hanya bisa membagikan dividen semakin besar jika perusahaan mampu menghasilkan laba yang semakin besar. Perusahaan tidak akan mampu membagikan dividen yang semakin besar jika laba yang diperoleh besarannya tetap, karena itu berarti perusahaan akan membagikan modalnya sendiri.

Rasio ini menunjukkan prosentase laba perusahaan yang akan dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk kas. Saham dengan dividen yang tinggi tentu akan menarik di kalangan investor sehingga akan menaikkan harga saham tersebut. Kenaikan harga saham tentu akan menaikkan P/E Ratio, oleh karena itu kenaikan DPR diduga berpengaruh positif terhadap kenaikan P/E Ratio.

 2. Pertumbuhan Laba / Earning Growth

Pertumbuhan laba yang diteliti adalah pertumbuhan laba per lembar saham (Earning Per Saham / EPS). Pemegang saham sangat tertarik dengan EPS karena hal itu merupakan cerminan berapa uang yang mereka peroleh per lembar saham. Semakin tinggi EPS, maka semakin tinggi pula minat investor untuk membeli saham tersebut, karena hal ini merupakan indikator keberhasilan emiten.

Tingkat pertumbuhan laba per lembar saham dapat menjadi variabel yang dinilai oleh investor untuk pengambilan keputusan dalam berinvestasi. Jika harga saham mencerminkan kapitalisasi dari laba yang diharapkan dimasa mendatang, maka peningkatan laba akan meningkatkan harga saham. Dengan meningkatnya harga saham maka tingkat P/E Ratio juga akan naik.

3. Variance of Earning Growth

Setiap saham yang beredar dalam pasar modal mempunyai resiko yang dapat merugikan investor jika investor tidak cermat dalam menanganinya. Variance of Earning Growth mencerminkan ketidakpastian perusahaan dalam memperoleh laba. Perusahaan yang memiliki laba yang stabil akan cenderung memiliki reputasi yang baik dalam mempertahankan pay out ratio. Variance of Earning Growth yang tinggi mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut tidak memiliki profitabilitas yang stabil serta kurang perhatian perusahaan pada manajemen laba, akibatnya terjadi ketidakpastian perolehan dividen bagi investor.

4. Financial Leverage

Menurut Agus Sartono (2001:263), financial leverage adalah penggunaan sumber dana yang memiliki beban tetap dengan harapan akan memberikan tambahan keuntungan yang lebih besar daripada beban tetapnya sehingga akan meningkatkan keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham. Dengan demikian alasan yang kuat untuk menggunakan dana dengan beban tetap adalah untuk meningkatkan pendapatan yang tersedia bagi pemegang saham.

Semakin besar aktiva yang dibiayai dengan hutang, maka semakin besar pula beban yang harus ditanggung oleh perusahaan. Tetapi dengan kemampuan manajemen yang baik, pembiayaan dengan hutang justru dapat membuat meningkatnya operasional perusahaan yang dampaknya akan meningkatkan pendapatan usaha.

Analisis Data dengan General Autoregressive Conditional Heteroscedasticity Model ( GARCH ), Threshold ARCH ( T-ARCH )

Pengujian dengan regresi bertujuan untuk mengukur kekuatan dan menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen. Data yang digunakan penelitian ini berbentuk time series karena menggunakan data harian, misalnya diambil data dari Januai 2010 – July 2011. Dengan data time series dapat ditemukan pola pertumbuhan atau perubahan masa lalu, yang dapat digunakan untuk kegiatan bisnis dan keuangan. Data time series memiliki kecenderungan varian error term yang tidak konstan dari waktu ke waktu, maka varian residual dari data time series tidak konstan dan berubah-ubah dari satu periode ke periode lainnya atau mengandung unsur heteroskedastis. Dengan tingginya volatilitas data maka perlu dibuat model pendekatan tertentu untuk mengukur masalah volatilitas residual. Salah satu pendekatan adalah dengan memasukkan variable independen yang mampu memprediksikannya.

Untuk mengatasi varying time dependent (variansi dari error yang tidak konstan) maka akan digunakan model ARCH yang dikembangkan oleh Engle, 1982 dan GARCH (Bollerslev, 1986) yang memodelkan selain autoregresi juga memodelkan variansi dari error (condditional heteroscedascity of variance).

Asumsi yang selama ini menjadi kajian aliran utama ekonometrika yakni data time series kecenderungan mempunyai kesalahan pengganggu atau residual (error term) yang konstan dari waktu ke waktu berdasarkan kenyataan tersebut dalam bahasa ekonometrika berarti bahwa varian dari data time series ini tidak konstan tetapi berubah-ubah dari satu periode ke periode yang lain. Varian dari residual bukan lagi hanya fungsi variabel independen tetapi selalu berubah-ubah, tergantung seberapa besar residual dimasa lalu (Rahayu dan Firmansyah, 2004).

Model ekonometrika yang tepat untuk mengestimasikan perilaku seperti itu disebut Autoregressive Conditional Heteroscedasticity Model (ARCH). Model ini pertama kali dikembangkan oleh Robert Engle. Sebelumnya ARCH lebih dulu dikenal dengan metode peramalan Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) yang dikembangkan oleh Box-Jenkins. Yaitu merupakan suatu metode yang menghasilkan ramalanramalan berdasarkan sintesis dari pola data secara historis. Akan tetapi kelemahan dari model ini adalah data yang digunakan harus di stasionerkan lebih dahulu, sehingga memakan waktu yang relatif lama. Pengujian untuk mengetahui ada tidaknya pola harian terhadap volatilitas maka model variance error dimodifikasi sebagaimana yang dilakukan oleh Hsieh (1988) dalam Buddi Wibowo (2004) dalam model ARCH.

Untuk melihat innovation effect yaitu apakah kenaikan dan penurunan indeks saham mempengaruhi volatilitasnya, dapat digunakan T-ARCH (Threshold ARCH). olahdata ini dapat dilakukan dengan eviews

Tips Ampuh Bagaimana Menulis Skripsi / Tesis

Sahabat Tweeps & FB-ers, kali ini kami akan memberikan tips menulis Skripsi tesis .. Yuuk dipantengin yaaa.

Skripsi tesis mnjd momok yg menakutkan. jadi mimpi buruk. Slalu hinggap di ingatan saat makan, jalan-jalan / beraktivitas sehari2 lainnya.

Banyak mahasiswa kedodoran dlm menyelesaikan Skripsi tesis hingga berbulan-bulan tak terasa biaya kuliah membengkak, hingga ancaman DO. olrait?

Malas, tiada semangat di dada & tiada faktor pemicu untuk bergerak. Dan tentunya seribu macam alasan lainnya membuat Skripsi tesis mangkrak.

Bagaimana mungkin membuat Skripsi / tesis sedangkan untuk membuat satu paragraf saja susah. Sebenarnya satu saja kuncinya: BANYAK LATIHAN!

Jadi tips ke-1 adalah perbanyak latihan menulis. Then agar kita segera bisa terpacu, coba berusaha untuk mengumpulkan teman-teman yang punya problem sama.

Adakan pertemuan khusus untuk membahas Skripsi tesis. Biasanya akan muncul gagasan baru, semangat baru & perencanaan baru secara bersama-sama.

Tips selanjutnya dibahas DI SINI   🙂

Jangan lupa selalu berdoa meminta kepada-Nya, agar Skripsi tesis kita lancar tanpa aral lintang yg berarti .

Demikianlah tips2 menulis Skripsi tesis … Keep Moving Forward! Majuuu Jalan! 🙂

Quote this day: “Tuhan tdk akan mengubah nasib seseorang,jika orang itu tdk mau merubah dirinya sendiri”. Happy MONeyDAY All…

Analisa Data Statistik : Analisis Data Segmentasi Konsumen Hypermarket dengan Metode CHAID

Analisis CHAID (Chi-squared Automatic Interaction Detection) adalah salah satu alat statistika yang dapat digunakan untuk segmentasi pasar dengan pendekatan metode dependensi. Analisis CHAID memiliki kemampuan untuk menganalisis variabel independen monotonik, bebas, dan mengambang.

CHAID (Chi-squared Automatic Interaction Detection) pertama kali diperkenalkan dalam sebuah artikel berjudul An Exploratory Technique for Investigating Large Quantities for Categorical Data” oleh G.V Kass tahun 1980. Prosedurnya merupakan bagian dari teknik terdahulu yang dikenal dengan Automatic Interaction Detection (AID) dan mengggunakan statistik ­chi-square sebagai alat utamanya.

Data yang digunakan adalah hasil survey terhadap 300 konsumen Hypermarket. Dari data diketahui bahwa konsumen cenderung sering berbelanja dan sangat sering berbelanja di Hypermarket.

Sembilan variabel yaitu Usia, Pendapatan, Belanja, Jarak, Kendaraan, Kelengkapan, Harga, Kinerja kasir, Kinerja karyawan memiliki koefisien korelasi positif dan nilainya lebih dari nilai kritis tabel korelasi nilai-r untuk taraf signifikansi 5% dan derajat bebas 299 yaitu 0,1135, sehingga semua item tersebut dinyatakan valid.

Variabel independen yang paling berpengaruh terhadap variabel dependen  yaitu usia. Terdapat tiga segmen :

a.       Segmen pertama adalah konsumen dengan usia 17-30 tahun. Kelompok ini prediksi akan sangat jarang berbelanja sebesar 15%, jarang berbelanja sebesar 11,2 %, sering berbelanja dengan persentase sebesar 66,2 % dan sangat sering berbelanja sebesar 7,5 %.

b.      Segmen kedua adalah konsumen dengan usia 31-44 tahun. Kelompok ini diprediksi akan sangat jarang berbelanja sebesar 1,4%, jarang berbelanja sebesar 7,5 %, sering berbelanja dengan persentase sebesar 69,4 % dan sangat sering berbelanja sebesar 21,8 %.

c.       Segmen ketiga adalah konsumen dengan usia diatas 45 tahun ke atas. Kelompok ini diprediksi akan sangat jarang berbelanja sebesar 2,7%, jarang berbelanja sebesar 10,8 %, sering berbelanja dengan persentase sebesar 36,5 % dan sangat sering berbelanja sebesar 50 %.

Dari ketiga segmen dapat diketahui bahwa segmen yang paling potensial adalah segmen kedua yaitu konsumen dengan usia 31-44 tahun karena segmen tersebut mempunyai jumlah konsumen terbesar kemudian disusul segmen pertama dan segmen ketiga.

Analisa Data Statistik : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Volatilitas Cadangan Devisa Indonesia menggunakan Time Series Analysis dengan Metode ARCH – GARCH dan VAR

Data finansial seperti cadangan devisa, nilai tukar, maupun tingkat suku bunga mempunyai karakteristik tersendiri dibandingkan data deret waktu (time series). Beberapa karakteristik dari data finansial yaitu menunjukan volatilitas yang tinggi mengikuti periode waktu, sedangkan variansi/ragam adalah konstan untuk data jangka waktu yang panjang.

Dalam beberapa periode terdapat variansi/ragam data finansial relatif tinggi. Keadaan ini disebut conditionally heteroskedastic. Jika terdeteksi adanya conditionally heteroskedastic maka model autoregressive moving average (ARMA) tidak akurat lagi untuk digunakan. Model deret waktu (time series) yang mengakomodir adanya heteroskedastic / heteroskedastisitas adalah ARCH (Autoregressive Conditional Heteroscedasticity) / GARCH (General Autoregressive Conditional Heteroscedasticity) . Model lain selain ARCH & GARCH adalah TARCH, E-GARCH, M-GARCH, TGARCH dan lain-lain.

Variabel-variabel ekonomi biasanya nonstasioner dan mempunyai sifat kointegrasi, sehingga model statistik yang dibentuk harus dapat mengatasi dan mencerminkan sifat tersebut. Metode yang sesuai dengan permasalahan ini adalah metode VAR (Vector Autoregression).

Variabel yang digunakan sebanyak lima variabel makro ekonomi. Kelima Variabel tersebut yakni cadangan devisa, nilai tukar rupiah terhadap USD, tingkat suku bunga, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan netto ekspor.

Metodologi yang digunakan dimulai dengan metode ARCH/GARCH yang fungsinya untuk mengatahui ada tidaknya volatilitas dari masing-masing variabel yang diteliti. Selanjutnya dengan metode VAR akan selidiki pengaruh volatilitas dari variabel nilai tukar, suku bunga, IHSG dan neto ekspor terhadap volatilitas cadangan devisa. Hasil model VAR yang diperoleh tersebut kemudian digunakan untuk melakukan uji berikutnya yaitu uji kointegrasi Johansen untuk mengetahui hubungan keseimbangan jangka panjang dan Vector Error Correction Mechanism (VECM) untuk mengetahui hubungan keseimbangan jangka pendek.

Kesimpulan dari hasil analisa data yaitu bahwa variabel-variabel yang terdeteksi adanya ARCH/GARCH adalah variabel cadangan devisa, IHSG, nilai tukar, dan neto ekspor. Sedangkan variabel tingkat suku bunga tidak menunjukkan gejala adanya heteroskedastisitas dalam series datanya.

Untuk Konsultasi Analisa data selanjutnya, yang berhubungan dengan Time Series Analisis (AR, MA, ARMA, ARIMA, ARCH, GARCH, TARCH, E-GARCH, M-GARCH, T-GARCH, dll) menggunakan eviews silahkan menghubungi :

Beta Consulting

Telp: (021)3333 7389 – 0819 4505 9000
Email: info@bengkeldata.com

www.Bengkeldata.com
www.olah-data.com

follow us:
http://Twitter.com/olahdata

ARCH, GARCH, cadangan devisa, IHSG, neto ekspor, nilai tukar, tingkat suku bunga, uji kointegrasi, volatilitas, VAR, VECM, heteroskedastisitas, ARMA, deret waktu, time series, heteroskedastic, analisa data, konsultan, jasa,analisis data,analisis data statistik, analisa data, analisa data statistik, jasa statistik, konsultan statistik, jasa survei, konsultan survey, jasa riset pasar, konsutan riset pasar,skripsi, tesis, disertasi,ahli, olah data, olahdata, pengolahan, olah data, statistik, statistika, skripsi, tesis, data panel, regresi, korelasi, SEM, validitas, reliabilitas, survei pasar, alpha, cronbach, pearson, tugas, akhir, sarjana, jakarta, penelitian, spss, eviews, amos, lisrel, minitab, regresi, konsultasi, konsultan, analisis data, analisis data statistik, analisa data, analisa data statistik, jasa statistik, konsultan statistik, jasa survei, konsultan survey, jasa riset pasar, konsutan riset pasar , skripsi, tesis, disertasi,ahli, olahdata, pengolahan, olah data, statitistik, statistika, skripsi, tesis, data panel, regresi, korelasi, SEM, validitas, reliabilitas, survei pasar, alpha, cronbach, pearson,tugas, akhir, sarjana, jakarta, penelitian, spss, amos