Konsultan Jasa Pembuatan Olah Data Statistik / Analisis Data Statistik / Analisa Data Statistik Skripsi Tesis Disertasi di Jakarta Bogor Tangerang Bekasi (Jabodetabek) – Bengkeldata.Com 081945059000

Apakah Anda lagi mencari konsultan jasa pembuatan olah data / analisis data statistik untuk skripsi tesis disertasi di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek) ?

Kami, Bengkeldata.com adalah konsultan jasa pembuatan olah data / analisis data statistik untuk skripsi tesis disertasi di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek) 

Ya… banyak konsultan jasa pembuatan olah data / analisis data statistik untuk skripsi tesis disertasi di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek) , tetapi kamilah solusi yang Anda cari….

Mengapa ???

 

5 Alasan Kenapa Anda Disarankan Memilih Bengkeldata sebagai Konsultan Jasa pembuatan Olahdata Statistik / analisis data statistik / analisa data statistik untuk skripsi tesis disertasi ?

1. Konsultan Bengkeldata  berasal dari profesional & akademisi di bidang riset, statistik, bank, telekomunikasi, ekonomi, psikologi, politik, dll

2. Konsultan kami lulusan S3, S2, S1 dari luar & dalam negeri (UI, UGM, ITS, IPB, Unpad,UNS, UII, dll)
3. Konsultasi dilakukan secara simpel by Online (Telp, SMS, email, BB, YM, FB, Twitter, dll)
4. Pengiriman materi dilakukan secara online, jadi  Anda tidak perlu repot utk bertatap muka. Jika diperlukan tatap muka, lokasi pertemuan amat flexibel sesuai kesepakatan bersama
5. Anda akan dibimbing sampai paham. Jika diperlukan, dilakukan simulasi dengan software statistik

 

Sekali lagi, bagi Sobat yang sedang mencari :

– konsultan jasa pembuatan olah data / analisis data statistik untuk skripsi tesis disertasi di jakarta

– konsultan jasa pembuatan olah data / analisis data statistik untuk skripsi tesis disertasi di bogor

– konsultan jasa pembuatan olah data / analisis data statistik untuk skripsi tesis disertasi di tangerang

– konsultan jasa pembuatan olah data / analisis data statistik untuk skripsi tesis disertasi di bekasi

– konsultan jasa pembuatan olah data / analisis data statistik untuk skripsi tesis disertasi di jabodetabek

 

Konsultan Jasa Pembuatan Olah Data Statistik / Analisis Data Statistik / Analisa Data Statistik Skripsi Tesis Disertasi di Jakarta Bogor Tangerang Bekasi (Jabodetabek)

>>> Bengkeldata.Com 081945059000 <<<

Berbekal pengalaman sebagai konsultan, profesional serta dosen pengajar metode penelitian, ekonomi manajerial, statistika dan ekonometrika di program doktor ekonomi dan program magister di Jakarta, Jogja, Solo, Insya Allah kami dapat menyelesaikan persoalan penelitian yang sedang Anda hadapi.

Nah…untuk Anda yang sedang mencari konsultan jasa pembuatan olah data / analisis data statistik untuk skripsi tesis disertasi di tangerang bekasi (jabodetabek),  sangatlah tepat bila memilih kami.

Untuk konsultasi lebih lanjut dengan kami, Bengkeldata.com – konsultan jasa pembuatan olah data / analisis data statistik untuk skripsi tesis disertasi di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek), hubungi kontak di bawah ini:

CS :  0819 4505 9000

WA : 0838 0405 9000

Pin BB: 74261930

ID Line: bengkeldatacom

ID WeChat/KakaoTalk/Hangouts : bengkeldata

Twitter/Instagram : @bengkeldata

e-mail : info@bengkeldata.com

Beta Consulting

Think Globally, Do Locally

yaa…kami, Bengkeldata.com – memang konsultan jasa pembuatan olah data statistik / analisis data statistik / analisa data statistik untuk skripsi tesis disertasi di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek)

 

Iklan

Tips Ampuh Bagaimana Menulis Skripsi / Tesis

Sahabat Tweeps & FB-ers, kali ini kami akan memberikan tips menulis Skripsi tesis .. Yuuk dipantengin yaaa.

Skripsi tesis mnjd momok yg menakutkan. jadi mimpi buruk. Slalu hinggap di ingatan saat makan, jalan-jalan / beraktivitas sehari2 lainnya.

Banyak mahasiswa kedodoran dlm menyelesaikan Skripsi tesis hingga berbulan-bulan tak terasa biaya kuliah membengkak, hingga ancaman DO. olrait?

Malas, tiada semangat di dada & tiada faktor pemicu untuk bergerak. Dan tentunya seribu macam alasan lainnya membuat Skripsi tesis mangkrak.

Bagaimana mungkin membuat Skripsi / tesis sedangkan untuk membuat satu paragraf saja susah. Sebenarnya satu saja kuncinya: BANYAK LATIHAN!

Jadi tips ke-1 adalah perbanyak latihan menulis. Then agar kita segera bisa terpacu, coba berusaha untuk mengumpulkan teman-teman yang punya problem sama.

Adakan pertemuan khusus untuk membahas Skripsi tesis. Biasanya akan muncul gagasan baru, semangat baru & perencanaan baru secara bersama-sama.

Tips selanjutnya dibahas DI SINI   🙂

Jangan lupa selalu berdoa meminta kepada-Nya, agar Skripsi tesis kita lancar tanpa aral lintang yg berarti .

Demikianlah tips2 menulis Skripsi tesis … Keep Moving Forward! Majuuu Jalan! 🙂

Quote this day: “Tuhan tdk akan mengubah nasib seseorang,jika orang itu tdk mau merubah dirinya sendiri”. Happy MONeyDAY All…

Apa dan Bagaimana Konsep Kepuasan Pelanggan ( Customer Satisfaction Concept )

Kepuasan pelanggan atau customer satisfaction merupakan suatu tingkatan dimana kebutuhan, keinginan dan harapan dari pelanggan dapat terpenuhi yang  akan mengakibatkan terjadinya pembelian ulang atau kesetiaan yang berlanjut (Band, 1991).  Faktor yang paling penting untuk menciptakan kepuasan pelanggan / kepuasan konsumen adalah kinerja dari agen yang biasanya diartikan dengan kualitas dari agen tersebut (Mowen, 1995). Produk jasa berkualitas mempunyai peranan penting untuk membentuk kepuasan pelanggan (Kotler dan Armstrong, 1996).

Kami melayani analisis data kepuasan pelanggan hubungi Bengkeldata.Com :

CS  : 0819 4505 9000 WA : 0838 0405 9000

Pin BB : 7426 1930 Twitter : @bengkeldata

Email   : info@bengkeldata.com – bengkeldata@gmail.com

Pembahasan lengkap artikel ini, silahkan klik link berikut:

Apa dan Bagaimana Konsep Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction) dan Loyalitas Pelanggan (Customer Loyalty)

Artikel terkait :

Apa dan Bagaimana Konsep Kepuasan Pelanggan ( Customer Satisfaction Concept )

8 Faktor Utama Demi Terciptanya Kepuasan Pelanggan

Bagaimana Cara Mengukur Kepuasan Pelanggan ?

Pengaruh Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan

 

Definisi Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction), Pengertian Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction) dan Definisi Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Pengertian Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Faktor-Faktor Utama Terciptanya Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Cara Mengukur Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Pengaruh Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan. Definisi Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction), Pengertian Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction) dan Definisi Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Pengertian Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Faktor-Faktor Utama Terciptanya Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Cara Mengukur Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Pengaruh Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan. Definisi Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction), Pengertian Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction) dan Definisi Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Pengertian Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Faktor-Faktor Utama Terciptanya Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Cara Mengukur Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Pengaruh Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan. Definisi Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction), Pengertian Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction) dan Definisi Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Pengertian Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Faktor-Faktor Utama Terciptanya Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Cara Mengukur Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Pengaruh Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan. Definisi Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction), Pengertian Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction) dan Definisi Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Pengertian Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Faktor-Faktor Utama Terciptanya Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Cara Mengukur Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Pengaruh Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan. Definisi Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction), Pengertian Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction) dan Definisi Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Pengertian Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Faktor-Faktor Utama Terciptanya Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Cara Mengukur Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Pengaruh Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan. Definisi Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction), Pengertian Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction) dan Definisi Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Pengertian Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Faktor-Faktor Utama Terciptanya Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Cara Mengukur Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Pengaruh Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan. Definisi Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction), Pengertian Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction) dan Definisi Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Pengertian Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Faktor-Faktor Utama Terciptanya Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Cara Mengukur Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Pengaruh Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan. Definisi Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction), Pengertian Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction) dan Definisi Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Pengertian Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Faktor-Faktor Utama Terciptanya Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Cara Mengukur Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Pengaruh Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan. Definisi Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction), Pengertian Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction) dan Definisi Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Pengertian Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Faktor-Faktor Utama Terciptanya Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Cara Mengukur Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Pengaruh Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan. Definisi Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction), Pengertian Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction) dan Definisi Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Pengertian Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Faktor-Faktor Utama Terciptanya Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Cara Mengukur Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Pengaruh Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan. Definisi Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction), Pengertian Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction) dan Definisi Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Pengertian Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Faktor-Faktor Utama Terciptanya Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Cara Mengukur Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Pengaruh Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan. Definisi Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction), Pengertian Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction) dan Definisi Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Pengertian Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Faktor-Faktor Utama Terciptanya Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Cara Mengukur Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Pengaruh Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan. Definisi Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction), Pengertian Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction) dan Definisi Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Pengertian Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Faktor-Faktor Utama Terciptanya Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Cara Mengukur Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Pengaruh Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan. Definisi Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction), Pengertian Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction) dan Definisi Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Pengertian Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Faktor-Faktor Utama Terciptanya Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Cara Mengukur Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Pengaruh Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan. Definisi Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction), Pengertian Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction) dan Definisi Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Pengertian Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Faktor-Faktor Utama Terciptanya Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Cara Mengukur Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Pengaruh Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan. Definisi Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction), Pengertian Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction) dan Definisi Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Pengertian Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Faktor-Faktor Utama Terciptanya Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Cara Mengukur Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Pengaruh Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan. Definisi Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction), Pengertian Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction) dan Definisi Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Pengertian Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Faktor-Faktor Utama Terciptanya Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Cara Mengukur Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Pengaruh Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan. Definisi Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction), Pengertian Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction) dan Definisi Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Pengertian Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Faktor-Faktor Utama Terciptanya Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Cara Mengukur Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Pengaruh Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan. Definisi Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction), Pengertian Kepuasan Pelanggan/ Konsumen (Customer Satisfaction) dan Definisi Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Pengertian Loyalitas Pelanggan/ Konsumen (Customer Loyalty),  Faktor-Faktor Utama Terciptanya Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Cara Mengukur Kepuasan Pelanggan, Bagaimana Pengaruh Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan.

Analisa Data Statistik : Analisis Data Segmentasi Konsumen Hypermarket dengan Metode CHAID

Analisis CHAID (Chi-squared Automatic Interaction Detection) adalah salah satu alat statistika yang dapat digunakan untuk segmentasi pasar dengan pendekatan metode dependensi. Analisis CHAID memiliki kemampuan untuk menganalisis variabel independen monotonik, bebas, dan mengambang.

CHAID (Chi-squared Automatic Interaction Detection) pertama kali diperkenalkan dalam sebuah artikel berjudul An Exploratory Technique for Investigating Large Quantities for Categorical Data” oleh G.V Kass tahun 1980. Prosedurnya merupakan bagian dari teknik terdahulu yang dikenal dengan Automatic Interaction Detection (AID) dan mengggunakan statistik ­chi-square sebagai alat utamanya.

Data yang digunakan adalah hasil survey terhadap 300 konsumen Hypermarket. Dari data diketahui bahwa konsumen cenderung sering berbelanja dan sangat sering berbelanja di Hypermarket.

Sembilan variabel yaitu Usia, Pendapatan, Belanja, Jarak, Kendaraan, Kelengkapan, Harga, Kinerja kasir, Kinerja karyawan memiliki koefisien korelasi positif dan nilainya lebih dari nilai kritis tabel korelasi nilai-r untuk taraf signifikansi 5% dan derajat bebas 299 yaitu 0,1135, sehingga semua item tersebut dinyatakan valid.

Variabel independen yang paling berpengaruh terhadap variabel dependen  yaitu usia. Terdapat tiga segmen :

a.       Segmen pertama adalah konsumen dengan usia 17-30 tahun. Kelompok ini prediksi akan sangat jarang berbelanja sebesar 15%, jarang berbelanja sebesar 11,2 %, sering berbelanja dengan persentase sebesar 66,2 % dan sangat sering berbelanja sebesar 7,5 %.

b.      Segmen kedua adalah konsumen dengan usia 31-44 tahun. Kelompok ini diprediksi akan sangat jarang berbelanja sebesar 1,4%, jarang berbelanja sebesar 7,5 %, sering berbelanja dengan persentase sebesar 69,4 % dan sangat sering berbelanja sebesar 21,8 %.

c.       Segmen ketiga adalah konsumen dengan usia diatas 45 tahun ke atas. Kelompok ini diprediksi akan sangat jarang berbelanja sebesar 2,7%, jarang berbelanja sebesar 10,8 %, sering berbelanja dengan persentase sebesar 36,5 % dan sangat sering berbelanja sebesar 50 %.

Dari ketiga segmen dapat diketahui bahwa segmen yang paling potensial adalah segmen kedua yaitu konsumen dengan usia 31-44 tahun karena segmen tersebut mempunyai jumlah konsumen terbesar kemudian disusul segmen pertama dan segmen ketiga.

Analisis Data Statistik : Analisa Data Faktor-Faktor Konsumsi di Indonesia dengan Pendekatan ECM (Error Correction Model)

Tujuan dari  penelitian ini adalah mengkaji pengaruh variabel pendapatan nasional, inflasi, suku bunga dan jumlah uang beredar terhadap konsumsi masyarakat yang digambarkan oleh variabel pengeluaran konsumsi mayarakat. Peneilitan ini dilakukan di Indonesia pada kurun waktu tahun 1988 sampai 2005. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan Pendekatan ECM (Error Correction Model).

Besarnya tingkat pengaruh variabel pendapatan nasional, inflasi, suku bunga deposito riil dan jumlah uang beredar terhadap pengeluaran konsumsi di Indonesia dalam jangka pendek yaitu 69,98 % sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model regresi yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Dalam jangka panjang variasi variabel independent mampu pengaruhi variasi dependent sebesar 0,984057 menunjukkan bahwa variabel independent lebih mampu menjelaskan variabel dependent sebesar 98,40% dan sisanya dijelaskan oleh variabel lain diluar model yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini.

Tanda koefisien koreksi kesalahan sebesar 0,69 menunjukkan bahwa 0,69 ketidaksesuaian antara pengeluaran konsumsi (Y) yang aktual dengan yang diinginkan akan dieliminasi atau dihilangkan dalam satu tahun. Hasil dari uji asumsi klasik ternyata ditemukan masalah asumsi klasik yaitu multikolinearitas, sedangkan heteroskedasitas dan autokorelasi tidak ada masalah.

Untuk menghilangkan masalah multikolinearitas,  dilakukan dengan cara menghilangkan variabel jumlah uang beredar. Sehingga diperoleh spesifikasi model penelitian yang dipakai adalah tepat dan mampu menjelaskan hubungan jangka pendek dan jangka panjang. Dengan demikian persamaan tersebut sudah sahih dan tidak ada alasan untuk ditolak.

Berikut kesimpulan yang dapat di ambil dari penelitian ini:

Besarnya pengaruh variabel pendapatan nasional, inflasi, suku bunga deposito riil dan jumlah uang beredar terhadap pengeluaran konsumsi di Indonesia dalam jangka pendek yaitu 75,12 % sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model regresi yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Variabel pendapatan nasional pada jangka pendek dan jangka panjang secara statistik positif dan signifikan, berarti pendapatan nasional berpengaruh terhadap pengeluaran konsumsi masyarakat di Indonesia periode 1988-2005.

Variabel tingkat inflasi pada jangka pendek secara statistik tidak signifikan, berarti tingkat inflasi tidak berpengaruh terhadap pengeluaran konsumsi masyarakat di Indonesia periode 1988-2005

Variabel suku bunga deposito dalam jangka pendek tidak berpengaruh terhadap pengeluaran konsumsi. Dalam jangka panjang mempunyai hubungan yang tidak signifikan yang artinya tidak berpengaruh terhadap pengeluaran konsumsi

Variabel jumlah uang beredar dalam jangka pendek tidak berpengaruh terhadap pengeluaran konsumsi.

Berdasarkan pengujian secara serempak dengan menggunakan uji F menunjukkan bahwa variabel independen secara bersama-sama mempengaruhi variabel dependen, artinya pendapatan nasional, inflasi, suku bunga deposito dan jumlah uang beredar berpengaruh secara bersama-sama terhadap pengeluaran konsumsi masyarakat Indonesia.

Keywords: Penelitian, pendapatan, inflasisuku bunga, uang, pengeluarankonsumsi, ECM, deposito, regresi, independent, dependent, uji asumsi klasik, multikolinearitas, heteroskedasitas, autokorelasi, uji F

Untuk konsultasi mengenai Olahdata lebih lanjut, silahkan menghubungi:
CS : 021-71088944 – 0819 4505 9000
YM : abays_khan
e-mail : info@bengkeldata.com
Beta Consulting
www.olah-data.com
www.bengkeldata.com

Analisa Data : Analisis Data Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Inflasi di Indonesia (Part II)

Sebelumnya pernah dibahas mengenai faktor-faktor yang memperngaruhi inflasi di tulisan I, berikut kelanjutan dari tulisan tersebut.

Inflasi merupakan penyakit ekonomi yang tidak bisa diabaikan, karena dapat menimbulkan dampak yang sangat luas. Oleh karena itu inflasi seringkali menjadi target kebijakan pemerintah. Inflasi yang tinggi begitu penting untuk diperhatikan mengingat dampaknya bagi perekonomian yang dapat menimbulkan ketidakstabilan, pertumbuhan ekonomi yang lambat, dan pengangguran yang selalu meningkat. Seperti pengangguran, inflasi juga merupakan masalah yang selalu dihadapi dalam  perekonomiansuatu negara. Sampai di mana buruknya masalah inflasi ini berbeda antara satu waktu ke waktu yang lain, dan berbeda pula dari satu negara ke negara lain. Tingkat inflasi yaitu persentasi kenaikan harga – harga dalam suatu tahun tertentu, biasanya digunakan sebagai ukuran untuk menunjukkan baik buruknya masalah ekonomi yang dihadapi. Dalam perekonomian yang pesat berkembang inflasi yang rendah tingkatnya dinamakan inflasi merayap yaitu inflasi yang mencapai 2 sampai 4 persen. Sering sekali inflasi yang lebih serius, yaitu yang tingkatnya mencapai 5 sampai 10 persen atau sedikit lebih tinggi, akan berlaku. Pada waktu peperangan atau ketidakstabilan politik, inflasi dapat mencapai tingkat yang lebih tinggi yang kenaikan tersebut dinamakan hiperinflasi (Sukirno, 2004).Akibat buruk inflasipada perekonomian yang oleh sebagian ahli ekonomi berpendapat bahwainflasi yang sangat lambat berlakunya dipandang sebagai stimulator bagi pertumbuhan ekonomi. Kenaikan harga tersebut tidak secepatnya diikuti oleh kenaikan upah pekerja, maka keuntungan akan bertambah. Pertambahan keuntungan akan menggalakkan investasi di masa akan datang dan ini akan menyebabkan percepatan dalam pertumbuhan ekonomi. Tetapi jika inflasi lebih serius keadaannyaperekonomiantidak akan berkembang seperti yang diinginkan.Pengalaman beberapa Negara yang pernah mengalami hiperinflasimenunjukkan bahwa inflasi yang buruk akan menimbulkan ketidakstabilan social dan politik, dan tidak mewujudkan pertumbuhanekonomi (Sukirno, 2004).Baru – baru ini pada Agustus 2007 tingkat inflasi di indonesia mencapai 0,75 persen telah melampaui ekspektasi atau kenaikan harga – harga. Tingkat inflasi Agustus 2007 dibanding bulan juli yang sama tahun lalu hanya 0,33 persen.Sedangkan inflasi year on year (Agustus 2007 terhadap Agustus 2006) mencapai 6,51 persen. Inflasiyear on year tersebut juga lebih tinggi dari bulan lalu yang mencapai 6,06 persen (Sri Mulyani, 2007).Inflasimerupakan salah satu peristiwa moneteryang sangat penting dan dijumpai di hampir semua Negara di dunia. Inflasi adalah kecenderungan dari harga-harga untuk menaik secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi, kecuali bila kenaikan tersebut meluas kepada atau mengakibatkan kenaikan sebagian besar dari barang-barang lain (Boediono, 1995).Menurut A.P. Lehner inflasi adalah keadaan dimana terjadi kelebihan permintaan (Excess Demand) terhadap barang-barang dalam perekonomian secara keseluruhan (Anton H. Gunawan, 1991). Sementara itu Ackley mendefinisikan inflasi sebagai suatu kenaikan harga yang terus menerus dari barang dan jasa secara umum (bukan satu macam barang saja dan sesaat). Menurut definisi ini, kenaikan harga yang sporadis bukan dikatakan sebagai inflasi (Iswardono, 1990). Bank Indonnesia sebagai otoritas moneter memegang kendali yang sangat strategis dalam menciptakan kebijakan moneter yang stabil dalam perekonomian nasional, Namun dalam perjalanannya kebijakan Bank Indonesia yang dibuat atau kebijakan yang diambil Bank Indonesia menjadi tidak efektif dan bahkan tidak efisien sebagaimana yang dinginkan oleh bank Indonesia terhadap kebijakan tersebut untuk perekonomian.Bank Indonesia harus dapat mengukur peredaran uang, antara lain dengan menentukan tingkat suku bunga SBI, selain itu pemerintah juga memegang peranan penting dalam mengendalikan laju inflasiuntuk itu salah satu kebijakannya adalah mengatur pengeluaran untuk pengeluaran rutinnya (government expenditure). Dilain pihak sektor luar negeri juga cukup memegang peranan dalam mengendalikan inflasi diantaranya yaitu penerimaan export. Dengan demikian laju pertumbuhaninflasi dapat dikendalikan ditekan atau bahkan kemunculannya dapat dicegah.Oleh karena itu untuk dapat mencapai dan menjaga tingkat inflasi yang rendah dan stabil diperlukan adanya kerjasama dan kemitraan dari seluruh pelaku ekonomi. Mulai dari bank indonesia, pemerintah maupun swasta inflasi tidak boleh diabaikan begitu saja, karena dapat menimbulkan dampak yang sangat luas. Inflasi yang sangat tinggi sangat penting diperhatikan mengingat dampaknya bagiperekonomian yang bisa menimbulkan ketidakstabilan, pertumbuhan ekonomi yang lambat danpengangguranyang meningkat. Dengan hal tersebut, upaya mengendalikan inflasi agar stabil sangat penting untuk dilakukan.Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang di peroleh dari BI (Bank Indonesia) dan BPS (Badan Pusat Statistik). Variabel yang di gunakan antara lain : permintaan uang, tabungan domestik, produk domestik bruto, tingkat suku bunga bank, dan kurs dollar terhadap rupiah.Metode yang digunakan adalah metode destkriptif dan kuantitatif, yaitu menggambarkan suatu permasalahan dengan menganalisis data dan hal-hal yang berhubungan dengan rumus perhitungan yang digunakan untuk menganalisis masalah yang sedang diteliti. Adapun metode analisis yang digunakan peneliti yaitu dengan Metode Mackinnon, White dan Davidson (uji MWD).Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa permintaan uang dan tingkat suku bunga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap inflasi, sedangkan produk domestik bruto (PDB)berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap inflasidan kurstidak  mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap inflasi di Indonesia pada kuartal tahun penelitian.

Inflasi merupakan penyakit ekonomi yang tidak bisa diabaikan, karena dapat menimbulkan dampak yang sangat luas. Oleh karena itu inflasi seringkali menjadi target kebijakan pemerintah. Inflasi yang tinggi begitu penting untuk diperhatikan mengingat dampaknya bagi perekonomian yang dapat menimbulkan ketidakstabilan, pertumbuhan ekonomi yang lambat, dan pengangguran yang selalu meningkat.Seperti pengangguran, inflasi juga merupakan masalah yang selalu dihadapi dalam  perekonomiansuatu negara. Sampai di mana buruknya masalah inflasi ini berbeda antara satu waktu ke waktu yang lain, dan berbeda pula dari satu negara ke negara lain. Tingkat inflasi yaitu persentasi kenaikan harga – harga dalam suatu tahun tertentu, biasanya digunakan sebagai ukuran untuk menunjukkan baik buruknya masalah ekonomi yang dihadapi. Dalam perekonomian yang pesat berkembang inflasi yang rendah tingkatnya dinamakan inflasi merayap yaitu inflasi yang mencapai 2 sampai 4 persen.. Sering sekali inflasi yang lebih serius, yaitu yang tingkatnya mencapai 5 sampai 10 persen atau sedikit lebih tinggi, akan berlaku. Pada waktu peperangan atau ketidakstabilan politik, inflasi dapat mencapai tingkat yang lebih tinggi yang kenaikan tersebut dinamakan hiperinflasi (Sukirno, 2004).Akibat buruk inflasi pada perekonomian yang oleh sebagian ahli ekonomi berpendapat bahwainflasiyang sangat lambat berlakunya dipandang sebagai stimulator bagi pertumbuhan ekonomi. Kenaikan harga tersebut tidak secepatnya diikuti oleh kenaikan upah pekerja, maka keuntungan akan bertambah. Pertambahan keuntungan akan menggalakkan investasi di masa akan datang dan ini akan menyebabkan percepatan dalam pertumbuhan ekonomi. Tetapi jika inflasi lebih serius keadaannyaperekonomiantidak akan berkembang seperti yang diinginkan.Pengalaman beberapa Negara yang pernah mengalami hiperinflasi menunjukkan bahwa inflasi yang buruk akan menimbulkan ketidakstabilan social dan politik, dan tidak mewujudkan pertumbuhanekonomi (Sukirno, 2004).Baru – baru ini pada Agustus 2007 tingkat inflasi di indonesia mencapai 0,75 persen telah melampaui ekspektasi atau kenaikan harga – harga. Tingkat inflasi Agustus 2007 dibanding bulan juli yang sama tahun lalu hanya 0,33 persen.Sedangkan inflasi year on year (Agustus 2007 terhadap Agustus 2006) mencapai 6,51 persen. Inflasiyear on year tersebut juga lebih tinggi dari bulan lalu yang mencapai 6,06 persen (Sri Mulyani, 2007).Inflasi merupakan salah satu peristiwa moneteryang sangat penting dan dijumpai di hampir semua Negara di dunia. Inflasi adalah kecenderungan dari harga-harga untuk menaik secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi, kecuali bila kenaikan tersebut meluas kepada atau mengakibatkan kenaikan sebagian besar dari barang-barang lain (Boediono, 1995).Menurut A.P. Lehner inflasi adalah keadaan dimana terjadi kelebihan permintaan (Excess Demand) terhadap barang-barang dalam perekonomian secara keseluruhan (Anton H. Gunawan, 1991). Sementara itu Ackley mendefinisikan inflasi sebagai suatu kenaikan harga yang terus menerus dari barang dan jasa secara umum (bukan satu macam barang saja dan sesaat). Menurut definisi ini, kenaikan harga yang sporadis bukan dikatakan sebagai inflasi (Iswardono, 1990).Bank Indonnesia sebagai otoritas moneter memegang kendali yang sangat strategis dalam menciptakan kebijakan moneter yang stabil dalam perekonomian nasional, Namun dalam perjalanannya kebijakan Bank Indonesia yang dibuat atau kebijakan yang diambil Bank Indonesia menjadi tidak efektif dan bahkan tidak efisien sebagaimana yang dinginkan oleh bank Indonesia terhadap kebijakan tersebut untuk perekonomian.Bank Indonesia harus dapat mengukur peredaran uang, antara lain dengan menentukan tingkat suku bunga SBI, selain itu pemerintah juga memegang peranan penting dalam mengendalikan laju inflasiuntuk itu salah satu kebijakannya adalah mengatur pengeluaran untuk pengeluaran rutinnya (government expenditure). Dilain pihak sektor luar negeri juga cukup memegang peranan dalam mengendalikan inflasi diantaranya yaitu penerimaan export. Dengan demikian laju pertumbuhaninflasi dapat dikendalikan ditekan atau bahkan kemunculannya dapat dicegah.Oleh karena itu untuk dapat mencapai dan menjaga tingkat inflasi yang rendah dan stabil diperlukan adanya kerjasama dan kemitraan dari seluruh pelaku ekonomi. Mulai dari bank indonesia, pemerintah maupun swasta inflasi tidak boleh diabaikan begitu saja, karena dapat menimbulkan dampak yang sangat luas. Inflasi yang sangat tinggi sangat penting diperhatikan mengingat dampaknya bagi perekonomian yang bisa menimbulkan ketidakstabilan, pertumbuhan ekonomi yang lambat dan pengangguranyang meningkat. Dengan hal tersebut, upaya mengendalikan inflasi agar stabil sangat penting untuk dilakukan.Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang di peroleh dari BI (Bank Indonesia) dan BPS (Badan Pusat Statistik). Variabel yang di gunakan antara lain : permintaan uang, tabungan domestik, produk domestik bruto, tingkat suku bunga bank, dan kurs dollar terhadap rupiah.Metode yang digunakan adalah metode destkriptif dan kuantitatif, yaitu menggambarkan suatu permasalahan dengan menganalisis data dan hal-hal yang berhubungan dengan rumus perhitungan yang digunakan untuk menganalisis masalah yang sedang diteliti. Adapun metode analisis yang digunakan peneliti yaitu dengan Metode Mackinnon, White dan Davidson (uji MWD). Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa permintaan uang dan tingkat suku bunga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap inflasi, sedangkan produk domestik bruto (PDB)berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap inflasidan kurstidak  mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap inflasi di Indonesia pada kuartal tahun penelitian.

Untuk konsultasi mengenai Olahdata lebih lanjut, silahkan menghubungi:

CS : 021-71088944 – 0819 4505 9000

YM : abays_khan

e-mail : info@bengkeldata.com

Beta Consulting

http://www.olah-data.com

http://www.bengkeldata.com

Analisa Data : Analisis Data pada Model Regresi Data Panel

Data panel atau panel data atau Pooled Data adalah gabungan dari data time series (antar waktu) dan data cross section (antar individu/ruang). Untuk menggambarkan panel data / data panel / Pooled Data secara singkat, misalkan pada data cross section, nilai dari satu variabel atau lebih dikumpulkan untuk beberapa unit sampel pada suatu waktu waktu. Dalam panel data / data panel / pooled data , unit cross section yang sama di-survey dalam beberapa waktu (Gujarati, 2003:637).
Regresi dengan menggunakan panel data / data panel / pooled data, memberikan beberapa keunggulan dibandingkan dengan pendekatan standar cross section dan time series.

Begini, misalkan kita punya data 50 Bank, masing – masing Bank dicari ROI, NOPAT, dan lainnya untuk tahun 2007 saja, maka data tersebut disebut dengan data Cross Section. Tapi, kalau kita punya data 1 Bank, namun data ROI, NOPAT, dan data lainnya dari Bank tersebut kita miliki sejak tahun 1998 hingga 2007, maka data tersebut disebut dengan data Time Series.
Gabungan dari keduanya, yaitu 50 Bank dengan beberapa satuan waktu misalkan 1998 hingga 2007 disebut dengan Data Panel (Pooled Data).

Keunggulan dan Permasalahan Regresi dengan Data Panel
Hsiao (1986), mencatat bahwa penggunaan panel data / data panel  / pooled data dalam penelitian ekonomi memiliki beberapa keuntungan utama dibandingkan data jenis cross section maupun time series.
Pertama, dapat memberikan peneliti jumlah pengamatan yang besar, meningkatkan degree of freedom (derajat kebebasan), data memiliki variabilitas yang besar dan mengurangi kolinieritas antara variabel penjelas, di mana dapat menghasilkan estimasi ekonometri yang efisien.
Kedua, panel data dapat memberikan informasi lebih banyak yang tidak dapat diberikan hanya oleh data cross section atau time series saja.
Ketiga, panel datadata panel dapat memberikan penyelesaian yang lebih baik dalam inferensi perubahan dinamis dibandingkan data cross section.

Di samping berbagai keunggulan dimiliki model panel datadata panel  / pooled data tersebut, ada beberapa permasalahan yang muncul dalam pemanfaatan data panel, yaitu permasalahan autokorelasi dan heterokedastisitas. Sementara itu ada permasalahan baru yang muncul seperti korelasi silang (cross-correlation) antar unit individu pada periode yang sama.

Estimasi Regresi dengan Data Panel
Estimasi model data panel ergantung kepada asumsi yang dibuat peneliti terhadap intersep/konstanta (intercept), koefisien kemiringan (slope coefficients) dan variabel error (error term). Model-model estimasi ini akan ditinjau pada kesempatan lain.

Regresi dengan data panel adalah unik. Unik karena memiliki dua dimensi, yaitu dimensi time series dan dimensi cross section. Dengan kata lain, regresi data panel merupakan regresi gabungan jangka pendek dan jangka panjang. Ada dua autokorelasi di dalam regresi data panel / data panel : autokorelasi residual time series, dan korelasi antar residual. Begitu juga dengan heteroskedastisitas : heteroskedastisitas residual cross-section, heteroskedastisitas antar residual.

Analisis data panel / data panel merupakan pengembangan dari analisis regresi. Terdapat tiga metode regresi dasar yang ada, yaitu Common Pooled Least Square (OLS), Fixed Effect Regression, dan Random Effect.

Metode mana yang paling sesuai ? Untuk mengetahui jawabannya, harus dilakukan 2 buah Uji, yaitu Uji Hausmann dan Uji Chow.

Untuk konsultasi lebih lanjut, silahkan hubungi:

http://www.bengkeldata.com

CS : 021-3333 7398- 08194505 9000
e-mail : info@bengkeldata.com

==========================================
IKLAN—IKLAN—IKLAN—

Beta Consulting ( Bengkeldata.com ) merupakan sebuah lembaga konsultasi untuk membantu perusahaan/perorangan dalam melakukan analisa data statistika, olah data penelitian , riset pasar dan konsultasi manajemen.

LAYANAN
1. Olah Data Statistika/ analisa data Penelitian
2. Training Statistika : SPSS, Eviews, SAS, Lisrel, Minitab, Amos
3. Riset Pasar
4. Management Consultancy

Hubungi:
Beta Consulting ( Bengkeldata.com )
Telp: (021) 3333 7398 – 0819 4505 9000

email : info@bengkeldata.com

=======================================